Fadila Edlin, 4521003 (2025) Konsep Manusia Modern menurut Fahruddin Faiz dan Sayyed Hossein Nasr. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Fadila Edlin 4521003 cover.pdf Download (191kB) |
|
|
Text
Fadila Edlin 4521003 abstrak.pdf Download (224kB) |
|
|
Text
Fadila Edlin 4521003 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Adapun latar belakang penelitian ini untuk melihat pandangan Fahruddin Faiz mengenai manusia modern serta perannya sebagai seorang hamba Allah serta menelaah pandangan Sayyed Hossein Nasr terkait dengan krisis spiritual manusia modern pada abad modern. Sedangkan rumusan masalah pada penelitian ini mencangkaup; pertama, bagaimana pemikiran Fahruddin Faiz mengenai konsep manusia modern serta perannya sebagai seorang hamba; kedua, bagaimana pemikiran Sayyed Hossein Nasr mengenai manusia modern; ketiga, bagaimana relevensi konsep manusia modern serta perannya sebagai seorang hamba menurut Fahruddin Faiz dan manusia modernnya Sayyed Hossein Nasr. Penelitian ini melakukan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka (library research), Analisa penulis dengan menggunakan deskriptif-analitis. Data penelitian ini diperoleh dari sumber primer berupa karya asli kedua tokoh tersebut yaitu buku yang berjudul “Menjadi Manusia Menjadi Hamba”, “Menghilang Menemukan Diri Sendiri”, “Menjaga Kewarasan”, dan “Falsafah Hidup” karya Fahruddin Faiz serta buku yang berjudul “Krisis Problematika Spiritual Manusia Kontemporer”, “A Young Muslim’s Guide to The Modern World”, “Man and Nature” karya Sayyed Hossein Nasr. kemudian sumber sekunder seperti buku, jurnal, dan berbagai tulisan ilmiah lain yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa menurut Fahruddin Faiz, manusia modern adalah homo Sapiens yang telah mengembangkan kemampuan kognitif dan budaya yang memungkinkan terciptanya peradaban dan teknologi seperti saat sekarang ini, disamping itu manusia tetap lah seorang hamba yang tunduk dan mengabdi kepada Tuhan. Nilai kehambaan tercermin dalam kesadaran spiritual, keseimbangan hidup, pengelolaan emosi, serta ibadah seperti doa dan pernikahan yang dipahami sebagai bentuk pengabdian diri. Sementara itu, Sayyed Hossein Nasr menyoroti manusia modern yang terjebak dalam materialisme, kehilangan nilai-nilai spiritual, dan menjauh dari Tuhan akibat dominasi teknologi dan sains sekuler. Nasr menyerukan kesadaran atas hal metafisik untuk memulihkan keseimbangan antara manusia, alam, dan Tuhan. Kedua pemikiran ini memiliki titik temu pada pentingnya mengembalikan kesadaran spiritual sebagai solusi terhadap krisis kemanusiaan modern. Konsep manusia modern serta kehambaannya menurut Fahruddin Faiz relevan dengan kritik Nasr terhadap manusia modern menegaskan bahwa manusia hanya akan menemukan makna hidup sejati ketika ia kembali pada fitrah spiritualnya kepada Allah.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Spiritual, Fahruddin Faiz, Sayyed Hossein Nasr, Manusia Modern |
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > B Philosophy (General) G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GN Anthropology |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Akidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 10 Dec 2025 01:50 |
| Last Modified: | 10 Dec 2025 01:50 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1199 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

