Nilai-Nilai Pendidikan Ukhuwah Islamiyah yang Terdapat Dalam Sirah Nabawiyah

Fitria Mona Sari, 2113076 (2018) Nilai-Nilai Pendidikan Ukhuwah Islamiyah yang Terdapat Dalam Sirah Nabawiyah. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
cover fitria-mona-sari-2113.076-.pdf

Download (133kB)
[img] Text
abstrak fitria-mona-sari-2113.076-.pdf

Download (317kB)
[img] Text
90e51-fitria-mona-sari-2113.076-.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Latar belakang penulis memilih judul ini karena fenomena yang terjadi di dalam kehidupan manusia pada zaman sekarang ini sudah jauh dari nilai-nilai AlQur’an dan sunnah. Akibatnya bentuk penyimpangan terhadap nilai tersebut mudah ditemukan di lapisan masyarakat. Rusaknya ukhuwah Islamiyah yang tidak hanya terjadi pada kalangan muda, tetapi juga terjadi terhadap kalangan orang dewasa, bahkan orang tua. Hal ini di sebabkan karena minimnya pengetahuan masyarakat terhadap kisah teladan Nabi Muhammad SAW. Dalam pembahasan ini penulis menggunakan penelitian studi kepustakaan yang diambil dari buku Sirah Nabawiyah, yang ditulis oleh Syaikh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. buku ini termasuk karya terbaru yang paling cemerlang dan menjadi perhatian ulama dan masyarakat khususnya di Timur Tengah dan India karena menjadi buku sirah yang mendapat predikat buku sirah terbaik yang diselenggarakan oleh Rabithah Al-Alam Al-Islami yang berkedudukan di Makkah. Penelitian ini didukung oleh buku-buku lain yang membahas tentang sejarah Islam dan ukhuwah Islamiyah. Metode analisis yang penulis lakukan adalah analisis deskriptif dengan menggunakan dua metode yaitu metode induktif dan metode deduktif. Hasil penelitian menunjukkan Nilai-nilai pendidikan ukhuwah Islamiyah yang terdapat dalam sirah nabawiyah terdiri dari ta`aruf (saling mengenal), ta`awun (saling menolong), takaful (saling menanggung) dan itsar (mendahulukan yang lain dari pada diri sendiri). Nilai ta`aruf terdapat di antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar. Ketika Rasulullah SAW dan Kaum Muhajirin tiba di Madinah, Rasulullah SAW memperkenalkan dan mempersaudarakan kaum Muhajirin dengan kaum Anshar. Nilai ta`awun terjadi antara Ali bin Abi Thalib dengan Rasulullah SAW di Makkah pada saat perjalanan hijrah ke Madinah. Ali menggantikan Rasulullah SAW tidur di tempat tidurnya pada saat dikepung oleh orang-orang Quraisy. Nilai takaful terjadi pada saat penggalian parit di perang Khandaq, semua orang merasa lapar. Jabir ingin memberikan makanan hanya untuk Rasulullah SAW saja karena melihat Rasulullah SAW tersiksa karena lapar. Tetapi Rasulullah SAW memanggil semua orang yang sedang menggali parit untuk makan bersama. Karena semua harus sama-sama menanggung. Nilai itsar terjadi ketika Abu Bakar melindungi Rasulullah saat berada di gua Tsur dalam perjalanan hijrah ke Madinah. Abu Bakar mengorbankan keselamatan dirinya demi Keselamatan Rasulullah SAW. Dan juga pada Abu Thalhah dan Thalhah bin Ubaidillah yang mengorbankan dirinya untuk melindungi Rasulullah dari serangan musuh pada perang Uhud.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BJ Ethics
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
L Pendidikan > LC Aspek khusus pendidikan > LC901 Pendidikan Islam
L Pendidikan > LC Aspek khusus pendidikan > LC251 Pendidikan karakter
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mrs Kurnia
Date Deposited: 07 Jan 2026 03:20
Last Modified: 07 Jan 2026 03:20
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1421

Actions (login required)

View Item View Item