Siti Marlina, 4221023 (2025) Studi Validitas Hadis tentang Puasa Tarwiyah. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Siti Marlina 4221023 cover.pdf Download (198kB) |
|
|
Text
Siti Marlina 4221023 abstrak.pdf Download (210kB) |
|
|
Text
Siti Marlina 4221023 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Puasa tarwiyah merupakan salah satu puasa sunnah yang dilakukan oleh umat Islam, khususnya pada tanggal 8 Dzulhijjah yaitu sehari sebelum puasa Arafah. Ibadah ini dipercaya memiliki banyak keutamaan, seperti penghapusan dosa selama satu tahun. Dalam beberapa tahun terakhir, perbincangan mengenai puasa tarwiyah semakin populer di media sosial. Realitanya banyak umat Islam yang menjalankan puasa tarwiyah, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama seperti Syaikh Nashiruddin Al-Albani dan Syekh Ali Asy-Syaukani mengenai validitas hadis yang menjadi landasan anjuran puasa ini. Disamping itu, permasalahan lain yang muncul adalah bahwa penjelasan mengenai puasa Tarwiyah tidak ditemukan dalam kitab-kitab hadis mu’tabar atau tidak banyak dibahas dalam literatur hadis yang dianggap sahih. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai dasar syar’i dari pelaksanaan puasa tersebut. Fenomena penyebaran hadis lemah atau palsu di media sosial tanpa analisis yang tepat dapat menyebabkan kesalahpahaman dalam pelaksanaan ibadah. Masyarakat cenderung menerima informasi yang tersebar luas tanpa memeriksa sumbernya terlebih dahulu, sehingga tujuan dari penelitian ini untuk menganalisa kualitas hadis puasa tarwiyah dan legalitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian library research. Penulis menggunakan metode takhrij hadis untuk menelusuri atau menemukan letak asal hadis puasa tarwiyah dengan sanad dan matan hadis yang lengkap. Kemudian, penulis juga menggunakan metode kritik sanad dan matan guna mengetahui kualitas sanad dan matan hadis. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, maka ditemukan hasil penelitian mengenai hadis tentang puasa tarwiyah dari jalur sanad Abu Mansur ad-Dailami. Dari segi kuantitasnya tergolong kepada hadis ahad dalam bentuk hadis gharib mutlak, karena pada tingkatan tabaqah-nya hanya diriwayatkan oleh seorang perawi pada sahabat. Sementara, dari segi kualitas hadis masuk kedalam hadis yang paling ringan dhaif jiddan atau dalam pembagian hadis paling berat maudhu’’ atau palsu. Sementara matan hadis puasa tarwiyah yaitu adanya indikasi tidak bertemu antara guru dan murid dan perawi dikenal sebagai pendusta, hadis tidak sejalan dengan realitas sejarah yang terjadi pada masa Nabi SAW, hadis mengkhabarkan suatu hal besar yang memenuhi kriteria untuk diriwayatkan, tetapi ternyata hadis diriwayatkan oleh seorang saja dan hadis memuat balasan yang berlipat ganda atas suatu amal yang kecil. Kemudian untuk legalitasnya puasa tarwiyah yaitu peran para mubaligh atau penceramah, budaya pondok pesantren, pengaruh mazhab, kecenderungan spiritual masyarakat, dan kurangnya literasi.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Validitas, Hadis, Puasa, Tarwiyah |
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP135 Literatur Hadis, Tradisi, Sunnah |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Hadist |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 24 Feb 2026 08:01 |
| Last Modified: | 24 Feb 2026 08:01 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1670 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

