Analisis Sistem Upah Buruh Tani di Nagari Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota menurut Perspektif Ekonomi Islam

Irsadul Fikri, 3221140 (2025) Analisis Sistem Upah Buruh Tani di Nagari Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota menurut Perspektif Ekonomi Islam. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Irsadul Fikri 3221140 cover.pdf

Download (10kB)
[img] Text
Irsadul Fikri 3221140 abstrak.pdf

Download (128kB)
[img] Text
Irsadul Fikri 3221140 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi terjadinya penundaan upah pada buruh tani setelah pekerjaan selesai dan ada pemilik lahan membayar upah ke buruh tani sampai masa panen padi.dan tenaga yang dikkeluarkan saat bekerja tidaksebanding dengan upah yang diterima buruh tani, pekerjaan bergantung kepada musiman sehingga Kondisi ini menimbulkan kesenjangan ekonomi dan merusak martabat kemanusiaan buruh tani, yang seharusnya dijaga dalam perspektifekonomi islam. Tujuan dari penelitian adalah Untuk mengetahui pandangan ekonomi islam terhadap sistem pemberian upah buruh tani di Nagari Taeh Baruah Kecamatan Payakumbuh Kabupaten Lima Puluh Kota. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sistem pengupahan buruh tani di Nagari Taeh Baruah dilaksanakan dengan berbagai metode, antara lain sistem upah perjam, harian, dan sistem upah borongan. Namun, dalam praktiknya ditemukan beberapa permasalahan seperti keterlambatan pembayaran upah oleh pemilik lahan, tenaga yang ekstra dikeluarkan saat bekerja tidak sebanding dengan upah diterima, serta kurangnya kejelasan dan kesepakatan yang tertulis antara buruh tani dan pemilik lahan. Hal ini menimbulkan ketimpangan sosial dan ekonomi. Dalam perspektif ekonomi Islam, sistem pengupahan seharusnya didasarkan pada prinsip (tauhid) mencerminkan keyakinan bahwa segala aktivitas ekonomi dilakukan sebagai pengabdiam kepada allah, prinsip (keadilan) upah diberikan sesuai beban kerja, tidak merugikan salah satu pihak, dilakukan transparan, prinsip (nubuwuah) pemilik lahan diharapkan meneladani akhlak Rasullah SAW, prinsip (khalifah) pemerintah berperan menetapkan kebijakan pengupahan yang adil, pengawasan terhadap praktik ketenagakerjaan dan menciptakan sistem menjamin kesajahteraan, prinsip (tanggung jawab) seluruh pihak, baik pemilik lahan, buruh maupun pemerintah memiliki tanggung jawab moral dan sosialdalam menajlan sistem pengupahan. Realitas yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa sistem pengupahan yang diterapkan masih belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip-prinsip tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya perbaikan sistem yang lebih berpihak kepada kesejahteraan buruh tani serta sesuai dengan nilai-nilai Islam.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Sistem Upah, Keadilan, Ekonomi Islam
Subjects: H Ilmu Sosial > HD Industri. Pemanfaatan lahan. Tenaga kerja
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP173.75 Ekonomi Islam
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Ekonomi Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 24 Feb 2026 07:45
Last Modified: 24 Feb 2026 07:45
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1681

Actions (login required)

View Item View Item