Konsep Makanan Halalan Thayyiban dalam Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Prinsip Gizi Seimbang (Studi Tafsir Tematik)

Salma Riza Fitri, 4122032 (2026) Konsep Makanan Halalan Thayyiban dalam Al-Qur'an dan Relevansinya dengan Prinsip Gizi Seimbang (Studi Tafsir Tematik). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Salma Riza Fitri 4122032 cover.pdf

Download (229kB)
[img] Text
Salma Riza Fitri 4122032 abstrak.pdf

Download (328kB)
[img] Text
Salma Riza Fitri 4122032 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Makanan halal dan thayyib merupakan syarat utama dalam Islam terkait kebolehan mengonsumsi suatu makanan ataupun minuman. Konsep ini menekankan pentingnya pemahaman secara mendalam terhadap kriteria makanan halal dan thayyib yang terdapat dalam Al-Qur’an serta Sunnah Rasulullah Saw. Konsep makanan halal dan thayyib ini memiliki relevansi dengan ilmu kesehatan yang berkaiatan dengan konsumsi pangan yakni gizi seimbang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep makanan halal dan thayyib dalam al-Qur’an, serta mengkaji relevansinya dengan prinsip-prinsip gizi seimbang. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan kepustakaan. Metode yang digunakan adalah metode tematik atau maudhu’I dengan mengkaji ayat-ayat yang berkaitan dengan halalan thayyiban, khususnya pada Q.S al-Nahl [16]: 114, Q.S al-Baqarah [2]: 168, Q.S al-Maidah [5]: 88, dan Q.S al-Anfal [8]: 69. Data analisis yang digunakan adalah metode deskriptif-analisis untuk memahami konsep makanan halalan thayyiban berserta keterkaitannya dengan prinsip gizi seimbang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep makanan halal dan thayyib tidak hanya bermakna kebolehan mengonsumsi makanan halal berdasarkan syariat serta thayyib yang berarti mengandung manfaat untuk orang yang mengonsumsi makanan tersebut, tetapi juga mencakup perintah untuk besyukur atas nikmat dan rezeki yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya. Kemudian juga terdapat larangan untuk mengikuti sifat setan yang suka melakukan pemborosan dan perbuatan yang berlebih-lebihan, serta makanan halal dan thayyib dapat mendekatkan seorang hamba pada ketakwaan kepada Allah Swt. Konsep ini sejalan dengan tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam melakukan prinsip gizi seimbang. Dengan demikian, konsep makanan halalan thayyiban dalam al-Qur’an memiliki relevansi yang kuat dan kontekstual dengan prinsip gizi seimbang, serta dapat dijadikan landasan dan pedoman dalam mengonsumsi makanan yang sesuai dengan aturan agama dan bidang kesehatan.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Makanan, Halal, Thayyib, Gizi Seimbang
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP100-134 Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 09 Mar 2026 04:48
Last Modified: 09 Mar 2026 04:48
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1739

Actions (login required)

View Item View Item