Hafisto Yudistira, 4222014 (2026) Studi Hadis Konsumsi Daging Keledai. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Hafisto Yudistira 4222014 cover.pdf Download (192kB) |
|
|
Text
Hafisto Yudistira 4222014 abstrak.pdf Download (179kB) |
|
|
Text
Hafisto Yudistira 4222014 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya hadis-hadis yang berbeda tentang konsumsi daging keledai, pada sebagian hadis terdapat larangan tegas dan sebagiannya terdapat kebolehan. Perbedaan ini menyebabkan timbul pertanyaan mengenai larangan tersebut apakah li dzahtihi atau li ghairihi pada konsumsi daging keledai tersebut. Tujuan dari penelitian ini ialah mengidentifikasi dan menganalisis hadis-hadis tentang konsumsi daging keledai, memahami maknanya melalui pendekatan tekstual dan kontekstual, serta mengungkap makna kontekstualisasi yang terdapat dalam larangan hadis tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan metode maudhu’i untuk menghimpun hadis, kemudian menggunakan pendekatan tekstual dan kontekstual untuk memahami hadis. Untuk mengolah data ini, maka penulis mengumpulkan hadis secara tematik dengan menelusuri lafazh hadis pada matannya menggunakan kitab al-Mu’jam al-Mufahras li al-Fadz al-Hadis, kemudian hadis-hadis itu dikumpulkan secara maudhu’i. Kemudian dianalisis dengan pendekatan tekstual dan kontekstual. Hasil penelitian menunjukkan: 1) bahwa terdapat 85 hadis yang tersebar dalam kutub al-tis‘ah, yang kemudian diklasifikasikan ke dalam beberapa kelompok, yaitu pelarangan secara muthlaq, pelarangan karena faktor rijs, pelarangan karena faktor teknis/logistik, serta perbedaan antara keledai ahliyy dan wahsiyy, dengan kualitas hadis secara umum berstatus shahih. 2) Dalam aspek pemahaman, hadis dianalisis melalui pendekatan tekstual dan kontekstual, secara tekstual, larangan dipahami tegas melalui lafazh pada larangan konsumsi, namun tidak semata pada zat, melainkan juga pada sifat, fungsi, dan maslahat, serta berlaku khusus pada keledai jinak, tidak pada keledai liar. Sementara itu, secara kontekstual, larangan tidak berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan konteks Perang Khaibar, fungsi sosial keledai sebagai sarana penting, serta nilai budaya yang mempertahankan keledai jinak meskipun berkarakter herbivora. Selain itu, larangan ini juga membentuk persepsi, emosi, dan kepatuhan kolektif, sehingga menghasilkan perilaku yang selaras dengan kebutuhan dan kemaslahatan masyarakat. 3) Adapun kontekstualisasi makna hadis menunjukkan adanya dua ‘illat utama, yaitu rijs yang berkaitan dengan aspek kebersihan dan kelayakan konsumsi, serta ‘illat teknis/logistik yang berkaitan dengan fungsi vital hewan dalam menunjang kehidupan. Dengan demikian, larangan konsumsi daging keledai jinak dalam hadis bersifat li ghairihi, bukan li dzatihi, sehingga tidak hanya berlaku pada objek tertentu, tetapi juga dapat diterapkan secara kontekstual sesuai dengan kondisi yang melatarbelakanginya, serta memberikan prinsip umum dalam menjaga aspek kebersihan, kelayakan, dan kemaslahatan dalam konsumsi.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Hadis, Himar Ahliyyah, Maudhu'i, Tekstual, Kontekstual, Makna 'Illat |
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP135 Literatur Hadis, Tradisi, Sunnah |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Hadist |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 20 Apr 2026 01:12 |
| Last Modified: | 20 Apr 2026 01:12 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1936 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

