Virman Lidori, 4121001 (2025) Pertanian dalam Al-Qur'an (Studi Analisis Penafsiran Ayat-ayat Pertanian oleh Mufasir Nusantara). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Virman Lidori 4121001 cover.pdf Download (209kB) |
|
|
Text
Virman Lidori 4121001 abstrak.pdf Download (284kB) |
|
|
Text
Virman Lidori 4121001 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini berisi tentang sistem pertanian yang berada di Indonesia. Indonesia memiliki pertanian yang sangat beragam dan dipengaruhi berbagai faktor seperti lokasi geografis, iklim, budaya dan sumber daya. Pertanian di Indonesia terbagi menjadi dua kategori, yaitu sistem pertanian tradisional dan sistem pertanian modren. Untuk memperoleh pengetahuan tentang pertanian yang sesuai dengan keadaan di Indonesia, maka perlu untuk melihat bagaimana penafsiran ayat-ayat pertanian menurut pandangan ulama tafsir Nusantara yaitu tafsir Al-Azhar karya buya Hamka, Al-Misbah karya M. Quraish Shihab dan tafsir Ilmi Kemenag RI. Ulama tafsir Nusantara dalam menafsirkan ayat pertanian sama-sama telah memperhatikan maksud Al-Qur'an tentang pertanian, seperti dalam QS. Al-Baqarah ayat 265, Buya Hamka dan Quraish Shihab sam-sama mengatakan tanah yang subur yang berada di dataran tinggi karena cukup hembusan anginnya sinar matahari dan air yang tercukupi, begitu juga dengan ayat-ayat yang lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian library research (penelitian pustaka) yang menggunakan metode maudhu’i Al-Farmawi, yaitu metode yang menghimpun satu tema tertentu, lalu menggali dan menganalisis untuk menjelaskan makna dan kaitan ayat dalam tema yang dibahas. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa dari penafsiran mufasir Nusantara terkait ayat-ayat pertanian dapat diambil relevansinya dengan pertanian yang ada dan berkembang di Indonesia, yaitu: 1. Keadaan lahan pertanian, yang telah dijelaskan dalam surah Al-Baqarah ayat 265 tentang dataran tinggi merupaka tepat pertanian terbaik, hal ini sejalan dengan Indonesia yang memiliki lahan dataran tinggi yang sangat luas; 2. Irigasi pertanian, dijelaskan dalam surah Saba’ ayat 15 dan 16 tentang irigasi dan pengairan untuk lahan pertanian, di Indonesia irigasi secara umum di tujukan untuk mencukupi keperluan tanaman padi di daerah persawahan,; 3. Persiapan bibit, dijelaskan dalam surah Yusuf ayat 47 tentang menyisihkan benih untuk ditanam di musim akan datang, para petani di Indonesia menyisihkan benih pada lumbung hasil panen; 4. Perkembang biakan tumbuhan, dijelaskan dalam surah Al-Hijr ayat 22 tentang penyerbukan dan mengawinkan tumbuhan, dalam surah Yasin ayat 36 membahas tentang bahwa tumbuhan diciptakan secara berpasang-pasangan, di Indonesia petani melakukan penyerbukan untuk memperoleh hasil yang maksimal dan bibit yang unggul; 5. Pengelolaan hasil pertanian, yang terdapat dalam surah Al-Baqarah ayat 267 tentang menakatkan dan menginfakkan hasil yang baik dari hasil pertanian. Di Indonesia zakat hasil pertanian telah di atur dalam UU No. 23 tahun 2001 pasal 4 tentang pengolaan zakat.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Al-Qur'an, Ayat-ayat Pertanian, Mufasir Nusantara |
| Subjects: | S Pertanian > S Agriculture (General) B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP100-134 Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 06 May 2026 00:52 |
| Last Modified: | 06 May 2026 00:52 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2048 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

