Reinterprestasi Hadis Perempuan Bagaikan Tawanan bagi Laki-Laki: Studi Ma'anil Hadis Yusuf Al-Qardhawi dan Relevansinya terhadap Relasi Suami Istri

Oktaviani Suriska, 4220040 (2026) Reinterprestasi Hadis Perempuan Bagaikan Tawanan bagi Laki-Laki: Studi Ma'anil Hadis Yusuf Al-Qardhawi dan Relevansinya terhadap Relasi Suami Istri. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Oktaviani Suriska 4220040 cover.pdf

Download (276kB)
[img] Text
Oktaviani Suriska 4220040 abstrak.pdf

Download (475kB)
[img] Text
Oktaviani Suriska 4220040 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berangkat dari adanya hadis-hadis yang secara tekstual tampak bias gender, salah satunya adalah hadis yang mengibaratkan posisi perempuan sebagai tawanan bagi laki-laki. Pemahaman yang hanya terpaku pada makna harfiah terhadap hadis tersebut sering kali disalahgunakan untuk melegitimasi praktik subordinasi dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Penelitian ini bertujuan untuk menelaah makna hadis tersebut melalui pendekatan Ma’anil Hadis serta menganalisis relevansinya terhadap pola hubungan suami istri di era kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data primer bersumber dari Kitab Sunan Tirmidzi, Sunan Ibnu Majah dan Buku Yusuf al-Qardhawi, sedangkan data sekunder mencakup kitab syarah serta literatur pendukung lainnya. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis menggunakan teori Ma’anil Hadis yakni mengkaji hadis dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti struktur linguistic teks hadis, sebab munculnya hadis, kedudukan Rasulullah SAW, audien yang mneyertai Rasulullah SAWW daan bagaimana menghubungkan teks hadis terdahulu dengan konteks masa kini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa istilah ‘awan (tawanan) dalam hadis tersebut merupakan bentuk majaz tasybih (metafora) yang menggambarkan posisi perempuan yang membutuhkan perlindungan, bukan dalam arti hamba sahaya secara harfiah. Hadis ini disampaikan Rasulullah SAW pada peristiwa Haji Wada’ sebagai wasiat untuk menjunjung tinggi martabat perempuan. Relevansi hadis ini terhadap relasi suami istri mencakup tiga poin utama: pertama, perubahan paradigma istri sebagai mitra sejajar dalam rumah tangga, bukan sebagai pihak yang dikuasai; kedua, penguatan nilai-nilai perlindungan perempuan dari segala bentuk kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik secara fisik maupun psikis; dan ketiga, penegasan tanggung jawab ekonomi suami melalui pemberian nafkah secara patut (ma’ruf). Dengan demikian, pemahaman kontekstual terhadap hadis ini justru menjadi landasan bagi terciptanya relasi keluarga yang harmonis dan berkeadilan.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Ma'anil Hadis, Perempuan, Tawanan, Relasi Suami Istri, KDRT
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP135 Literatur Hadis, Tradisi, Sunnah
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Hadist
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 06 May 2026 02:07
Last Modified: 06 May 2026 02:07
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2052

Actions (login required)

View Item View Item