Nur Fadilla Siregar, 4522003 (2026) Etika dalam Pemikiran Hamka dan Relevansinya terhadap Toleransi Antarumat Beragama. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Nur Fadilla Siregar 4522003 cover.pdf Download (21kB) |
|
|
Text
Nur Fadilla Siregar 4522003 abstrak.pdf Download (34kB) |
|
|
Text
Nur Fadilla Siregar 4522003 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (934kB) | Request a copy |
Abstract
Realitas masyarakat yang majemuk menunjukkan bahwa persoalan toleransi antarumat beragama masih menghadapi berbagai tantangan, seperti eksklusivisme, prasangka keagamaan, dan konflik sosial. Dalam konteks ini, pemikiran Hamka menempatkan etika sebagai inti keberagamaan dan dasar pembentukan sikap sosial umat Islam dalam masyarakat plural. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji konsep etika dalam pemikiran Hamka, menganalisis pandangannya mengenai hubungan antara etika dan relasi antarumat beragama, serta menelaah relevansi nilai-nilai etika tersebut terhadap penguatan sikap toleransi. Rumusan masalah dalam skripsi ini meliputi: 1) Bagaimana konsep etika dalam pemikiran Hamka? 2) Bagaimana hubungan antara etika dan hubungan antar agama? serta 3) Bagaimana relevansi nilai-nilai etika dalam pemikiran Hamka terhadap toleransi antarumat beragama? Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research). Pendekatan yang digunakan adalah analisis pemikiran tokoh dalam kerangka Aqidah dan Filsafat Islam. Data dianalisis melalui teknik analisis isi (content analysis) dengan mengkaji, mengklasifikasikan, dan menafsirkan teks-teks yang relevan. Sumber data primer berupa karya-karya Hamka yang membahas etika, akhlak, dan kehidupan sosial keagamaan, sedangkan sumber data sekunder berasal dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan etika Islam dan toleransi antarumat beragama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etika dalam pemikiran Hamka merupakan konstruksi integral yang menghubungkan iman, akhlak, dan kehidupan sosial secara utuh. Etika tidak dipahami sebagai aturan moral yang kaku, melainkan sebagai ekspresi spiritual dari kesadaran tauhid yang menuntun manusia pada sikap adil, jujur, rendah hati, dan menghormati martabat sesama. Dalam konteks relasi antarumat beragama, toleransi bukan dimaknai sebagai relativisme kebenaran, tetapi sebagai sikap etis yang lahir dari kedewasaan iman. Penelitian ini menemukan bahwa relevansi pemikiran Hamka bekerja pada beberapa level sekaligus: pertama, pada level teologis, etika menjadi konsekuensi dari iman yang hidup dan reflektif; kedua, pada level moral-filosofis, etika membentuk karakter pribadi yang terbuka tanpa kehilangan prinsip; dan ketiga, pada level sosial, etika menjadi dasar bagi dialog, kerja sama, dan kehidupan bersama secara damai dalam masyarakat majemuk. Dengan demikian, pemikiran Hamka memberikan kontribusi konseptual yang signifikan bagi penguatan toleransi antarumat beragama yang berakar pada keteguhan akidah sekaligus kematangan etis.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Etika Keberagamaan, Hamka, Toleransi Antarumat Beragama, Filsafat Islam |
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > BJ Ethics B Filosofi. Psikologi. Agama > BL Religion |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Akidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 07 May 2026 03:59 |
| Last Modified: | 07 May 2026 03:59 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2067 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

