Diyas Irfan Suganda, 4620035 (2026) Perubahan Perilaku Sosial Keagamaan Masyarakat Batu Palano Kecamatan Sungai Pua kabupaten Agam Pasca Erupsi Gunung Marapi. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Diyas Irfan Suganda 4620035 cover.pdf Download (307kB) |
|
|
Text
Diyas Irfan Suganda 4620035 abstrak.pdf Download (287kB) |
|
|
Text
Diyas Irfan Suganda 4620035 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini mengkaji transformasi perilaku sosial keagamaan masyarakat Batu Palano pasca erupsi Gunung Marapi yang terjadi pada 3 Desember 2023. Erupsi tersebut menimbulkan korban jiwa sebanyak 24 orang dan melumpuhkan perekonomian masyarakat di kaki Gunung Marapi, khususnya Nagari Batu Palano dengan 100 orang terdampak langsung. Bencana alam ini menjadi katalis yang memicu perubahan signifikan dalam kehidupan keagamaan masyarakat setempat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis perilaku sosial keagamaan masyarakat Batu Palano sebelum erupsi Gunung Marapi dan mengidentifikasi perubahan perilaku sosial keagamaan yang terjadi pasca erupsi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Lokasi penelitian di Nagari Batu Palano, Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam dengan informan kunci meliputi tokoh agama, wali nagari, dan masyarakat yang terdampak langsung, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber dan metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum erupsi, perilaku keagamaan masyarakat Batu Palano cenderung bersifat rutinitas formal tanpa kesadaran spiritual mendalam. Shalat berjamaah tidak konsisten, terutama waktu Subuh yang sepi jamaah. Kegiatan pengajian hanya dilakukan pada momen-momen khusus seperti peringatan hari besar Islam. Generasi muda menunjukkan tingkat religiusitas rendah dengan lebih memilih aktivitas non-keagamaan. Solidaritas sosial ada namun belum terlalu kuat, dengan masing-masing keluarga cenderung sibuk dengan urusan pribadi. Analisis menggunakan Teori Konstruksi Sosial Peter L. Berger menunjukkan bahwa erupsi Gunung Marapi berfungsi sebagai "shocking experience" yang memicu proses dekonstruksi dan rekonstruksi realitas sosial keagamaan. Melalui dialektika eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi, masyarakat berhasil mentransformasi pengalaman traumatis menjadi momentum penguatan identitas keagamaan dan solidaritas sosial. Konstruksi sosial keagamaan yang baru tidak hanya menghasilkan peningkatan kuantitatif dalam praktik ritual, tetapi juga transformasi kualitatif dalam makna dan fungsi agama yang berkembang menjadi sumber resiliensi, identitas kolektif, dan framework interpreti untuk memahami relasi manusia dengan alam, sesama, dan Tuhan.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Perubahan Perilaku Sosial Keagamaan, Erupsi Gunung Marapi, Batu Palano, Konstruksi Sosial, Resiliensi Keagamaan |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > HN Social history and conditions. Social problems. Social reform H Ilmu Sosial > HV Social pathology. Social and public welfare B Filosofi. Psikologi. Agama > BL Religion > BL60 Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 18 May 2026 03:35 |
| Last Modified: | 19 May 2026 03:34 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2115 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

