Integrasi Sosial Masyarakat Islam dan Kristen di Nagari Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat

Lila Wita, 4622046 (2026) Integrasi Sosial Masyarakat Islam dan Kristen di Nagari Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
LILA WITA 4622046 cover.pdf

Download (129kB)
[img] Text
LILA WITA 4622046 abstrak.pdf

Download (185kB)
[img] Text
LILA WITA 4622046 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh realitas masyarakat Indonesia yang hidup dalam keberagaman agama, termasuk di Nagari Mahakarya yang dihuni oleh pemeluk agama Islam, Kristen Katolik, dan Kristen Protestan. Keberagaman tersebut menuntut adanya integrasi sosial agar kehidupan masyarakat tetap harmonis dan terhindar dari konflik sosial. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk integrasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen, mengidentifikasi faktor-faktor pendukung dan penghambat integrasi sosial, serta menganalisis peran nilai adat dan tradisi lokal dalam memperkuat integrasi sosial antarumat beragama di Mahakarya Kecamatan Luhak Nan Duo Kabupaten Pasaman Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh agama Islam dan Kristen, tokoh adat, aparat nagari, serta masyarakat setempat. Analisis data menggunakan teori sistem sosial Talcott Parsons. Berdasarkan hasil penelitian, bentuk integrasi sosial antara masyarakat Islam dan Kristen di Mahakarya meliputi integrasi normatif, fungsional, dan koersif. Integrasi normatif tercermin dari kesepakatan nilai bersama seperti toleransi, gotong royong, dan musyawarah, integrasi fungsional terlihat melalui kerja sama dalam berbagai kegiatan sosial seperti pernikahan, pesta panen, dan gotong royong, sedangkan integrasi koersif tampak dari adanya aturan dan kesepakatan yang ditetapkan oleh pemerintah jorong dan tokoh adat. faktor pendukung integrasi sosial meliputi sikap toleransi yang tinggi, budaya gotong royong, komunikasi yang baik, serta peran tokoh agama dan tokoh adat, didukung oleh kuatnya nilai adat dan tradisi lokal. Adapun faktor penghambat bersifat situasional dan berasal dari pengaruh eksternal seperti isu politik, media sosial namun dapat diatasi melalui musyawarah. Tokoh adat berperan penting sebagai perekat sosial, tokoh adat mampu memperkuat solidaritas dan menjaga keharmonisan hubungan antara masyarakat Islam dan Kristen di Mahakarya. Tradisi lokal seperti rembung desa peringatan assuro yang mendukung integrasi sosial.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Integrasi Sosial, Toleransi, Masyarakat Islam dan Kristen, Nilai Adat, Mahakarya
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BL Religion > BL60 Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 19 May 2026 04:27
Last Modified: 19 May 2026 04:27
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2123

Actions (login required)

View Item View Item