Ginta Afriani Hutajulu, 4317030 (2021) Komunikasi Antarbudaya Pada Masyarakat Melayu Dan Mandailing Di Ujung Gading Kecamatan Lembah Melintang Kabupaten Pasaman Barat. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
cover skripsi-ginta-afriani.-h-4317030-.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
abstrak skripsi-ginta-afriani.-h-4317030-.pdf Download (290kB) |
|
|
Text
562c3-skripsi-ginta-afriani.-h-4317030-.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi bahwa masyarakat memiliki identitas dan kebudayaan tersendiri yang sangat unik, yang mana masyarakat Melayu dan Mandailing cenderung menggunakan bahasa masing-masing pada saat berkomunikasi sehingga sebagian dari masyarakat Melayu sulit memahami bahasa Mandailing. Jenis penelitian ini adalah penelitian yang bersifat lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif yaitu menggambarkan apa adanya tentang suatu keadaan. Dalam penelitian ini penulis menggambarkan komunikasi antar budaya pada masyarakat Melayu dan Mandailing di Ujung Gading Lembah Melintang, Kabupten Pasaman Barat. Dalam mengumpulkan data penulis menggunakan teknik observasi dan wawancara dengan informan yang berkaitan dengan komunikasi antarbudaya masyaraka Melayu dan masyarakat Mandailing. Hasil penelitian yakni menunjukkan bahwa budaya asal sangat memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap jalannya suatu proses komunikasi, terutama gangguan berbahasa dan prasangka negative serta etnosentrisme berlebihan masih umum ditemukan. Dimana komunikasi tersebut tidak berjalan dengan semestinyayang mengakibatkan sering ditemukan kesalah pahaman antara masyarakat Melayu dan masyarakat Mandailing. Komunikasi antarbudaya pada masyarakat Melayu dan Mandailing di Ujung Gading Lembah Melintang, Kabupaten Pasaman Barat, Masih cukup baik, yang mana menjadi komunikan adalah anak-anak dan remaja, dalam penerimaan pesan memperhatikan apa yang terbih dahulu disampaikan oleh lawan bicara, pemilihan media sesuai dengan kebutuhan saat bicara, Feedback yaitu terjadi umpan balik saat berkomunikasi, Noise terjadi karena adanya intonasi suara yang menyebabkan terjadinya kesalah pahaman. Akan tetapi masih terdapat hambatan komunikasi antarbudaya diantaranya etnosentrisme yaitu, sikap yang cendrung kurangnya menghargai satu sama lain dilingkungan tersebut, stereotip yakni masih banyaknya masyarakat Melayu menilai buruk masyarakat Mandailing, dan prasangka komunikasi antarbudaya tersebut disebabkan dengan adanya kebiasaan sehari-hari yang telah terjadi, jadi selalu berpikir seperti itu.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Komunikasi antarbudaya, pada masyarakat Melayu dan Mandailing |
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > BJ Ethics G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GN Anthropology H Ilmu Sosial > HM Sosiologi (Umum) P Bahasa dan Sastra > P Filologi, Linguistik > P87 Komunikasi, Media Massa |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Komunikasi Penyiaran Islam |
| Depositing User: | Mrs Kurnia |
| Date Deposited: | 22 May 2026 07:42 |
| Last Modified: | 22 May 2026 07:42 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2139 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

