Pantangan Melaut dalam Suku Duanu di Desa Bekawan Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau

Siti Nurfadilah, 4618052 (2025) Pantangan Melaut dalam Suku Duanu di Desa Bekawan Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Siti Nurfadilah 4618052 cover.pdf

Download (161kB)
[img] Text
Siti Nurfadilah 4618052 abstrak.pdf

Download (111kB)
[img] Text
Siti Nurfadilah 4618052 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan bertujuan untuk mengetahui apa-apa saja pantangan ketika melaut yang ada di Desa Bekawan Kecamatan Mandah. Pantangan merupakan sesuatu yang dihindari dalam kehidupan karena alasan kesehatan, kebiasaan, atau keyakinan tertentu. Dalam masyarakat tradisional, pantang larang sering kali diwariskan secara turun-temurun dan memiliki keterkaitan erat dengan kepercayaan mistis yang masih dipegang teguh. Masyarakat Suku Duanu yang bermata pencaharian sebagai pelaut memiliki berbagai pantangan yang masih dijaga hingga saat ini. Pantangan ini berfungsi sebagai pedoman dalam kehidupan mereka, terutama dalam aktivitas melaut yang dianggap sakral dan penuh risiko. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif untuk memahami secara mendalam bagaimana pantangan melaut dikonstruksikan dan diwariskan dalam masyarakat Suku Duanu di Bekawan, Kecamatan Mandah, Kabupaten Indragiri Hilir, Provinsi Riau. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara tidak terstruktur, dan dokumentasi dengan teknik purposive sampling dalam pemilihan informan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, display data, dan penarikan kesimpulan guna mengidentifikasi pola sosial dalam praktik pantangan melaut. Untuk memastikan validitas temuan, penelitian ini menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan melaut bukan sekadar aturan adat, tetapi juga merupakan bagian dari konstruksi sosial yang diwariskan melalui komunikasi lisan, peran tokoh adat, serta kepercayaan kolektif yang terus dipertahankan. Pantangan melaut dalam masyarakat Suku Duanu merupakan bagian dari sistem kepercayaan yang diwariskan secara turun-temurun. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pantangan melaut dikonstruksikan, dikembangkan, dan diwariskan dalam konteks teori konstruksi sosial Peter L. Berger. Proses objektivasi terjadi melalui simbol-simbol budaya, ritual adat, dan sanksi sosial yang mengukuhkan pantangan sebagai realitas yang diterima secara kolektif. Selanjutnya, proses internalisasi memastikan bahwa nilai-nilai tersebut terus diwariskan kepada generasi berikutnya melalui sosialisasi dalam keluarga dan komunitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pantangan melaut tidak hanya berfungsi sebagai bentuk pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi ekologis untuk menjaga keseimbangan sumber daya laut. Selain itu, pantangan ini berperan dalam memperkuat identitas sosial Suku Duanu dan mempertahankan kohesi komunitas.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Pantangan, Melaut, Suku Duanu
Subjects: G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
B Filosofi. Psikologi. Agama > BL Religion > BL60 Sosiologi Agama
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Sosiologi Agama
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 25 May 2026 06:24
Last Modified: 25 May 2026 06:24
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2149

Actions (login required)

View Item View Item