Tria Ayuni, 4121050 (2025) Tradisi Mambilang Batu dan Khatam Al-Qur'an pada Upacara Kematian (Studi Living Qur'an di Nagari Muara Kiawai Kab. Pasaman Barat). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Tria Ayuni 4121050 cover.pdf Download (302kB) |
|
|
Text
Tria Ayuni 4121050 abstrak.pdf Download (604kB) |
|
|
Text
Tria Ayuni 4121050 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini dilatar belakangi oleh tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur‘an yang masih dilaksanakan secara konsisten oleh masyarat Muara Kiawai sampai saat ini. Adapun tradisi ini seperti yang diketahui belum terdokumentasi secara ilmiah bagi masyarakat Muara Kiawai.Tradisi ini sangat menarik untuk diteliti karena tradisi seperti ini jarang ditemukan di tempat lain. Keunikan dari tradisi tersebut terletak pada pelaksanaan dua tradisi sekaligus dalam satu waktu dan penggunaan mushaf per juz dalam proses pembacaan Al-Qur‘an. Oleh karena itu, tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkap persoalan tentang proses serta makna dari tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur‘an pada upacara kematian di Nagari Muara Kiawai, Kab. Pasaman Barat. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif (field research) menggunakan pendekatan Living Qur‟an dengan metode deskriptif melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan teori makna sosiologi Karl Mannheim dari praktek tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur‘an yang dilakukan oleh masyarakat pada upacara kematian di Nagari Muara Kiawai, Kab. Pasaman Barat. Hasil penelitian ini menemukan bahwa tradisi mambilang batu dan khatam berdiri sejak tahun 1700 Masehi yang didirikan oleh orang siak (orang ‗alim) pada masa itu, kemudian yang disertai persetujuan masyarakat setempat. Selain itu tradisi ini merupakan praktek tradisi dengan membacakan ayat Al-Qur‘an terhadap batu dan proses pembacaan Al-Qur‘an sebelum pelaksanaan khataman. Adapun pelaksanaan proses mambilang batu dan khatam Al-Qur‘an memiliki beberapa tahapan mulai dari tahap persiapan, pelaksanaan, penutupan, peletakan batu serta penyiraman air di atas kuburan setelah pelaksanaan prosesi. Kemudian tradisi ini dianalisis menggunakan teori makna sosiologi pengetahuan Karl Mannheim, maka ada tiga teori makna yang diperoleh yaitu : (1) Makna objektif, adapun makna objektif dari tradisi mambilang batu dan khatam Al-Qur‘an yaitu, tradisi yang wajib dilakukan ketika ada salah seorang dari masyarakat yang meninggal dunia. Tradisi ini dilaksanakan dua tradisi sekaligus dalam satu waktu. (2) Makna ekspresif, tradisi ini diyakini masyarakat sebagai penghormatan mendalam terhadap almarhum/ah, penghibur keluarga duka, memberi ketenangan, sebagai sedekah kepada almarhum/ah, do‘a dan harapan. (3) Makna dokumenter, tradisi yang telah berlangsung mulai dari nenek moyang terdahulu sejak tahun 1700 Masehi sampai saat sekarang ini masih dilaksanakan secara turun-temurun.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Tradisi Mambilang Batu, Khatam Al-Qur'an, Kematian, Living Qur'an |
| Subjects: | G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP100-134 Al-Qur'an |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 09 Jun 2026 00:53 |
| Last Modified: | 09 Jun 2026 00:53 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2202 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

