Potensi Manusia Menurut Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dan Implikasi Terhadap Pendidikan Islam

Nora Putri Yanti, 2117179 (2021) Potensi Manusia Menurut Syekh Taqiyuddin An-Nabhani dan Implikasi Terhadap Pendidikan Islam. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
cover skripsi-nora-putri-yanti.pdf

Download (138kB)
[img] Text
abstrak skripsi-nora-putri-yanti.pdf

Download (239kB)
[img] Text
dbb1c-skripsi-nora-putri-yanti.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Adapun motivasi penulis mengangkat judul ini adalah karena manusia memiliki potensi dalam dirinya, peran pendidikan sangat penting dan berpengaruh terhadap pengembangan potensi manusia tersebut. Sesungguhnya tidak satupun manusia lahir tanpa pengetahuan yang melekat padanya, melainkan manusia memperoleh pengetahuan melalui proses yang bertahap menggunakan potensi yang melekat pada dirinya. Dengan memaksimalkan potensi yang ada pada diri manusia sejak lahir maka akan melahirkan pula manusia yang berkarakter dan bermatabat.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana konsep pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani terhadap potensi manusia dan implikasinya terhadap pendidikan Islam. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library reach). Penelitian diarahkan pada penelaahan dan pembahasan teori-teori dalam literatur ilmiyah, dan yang ada relevansinya dengan masalah yang hendak dikaji yakni analisis pemikiran Syekh Taqiyuddin An-Nabhani tentang potensi manusia dan implikasinya terhadap pendidikan Islam.Dalam mendapatkan data penulis menggunakan metode Deduktif, Induktif dan konten analisis. Dengan menggunakan sumber primer (kitab syek taqiyuddin an-nabhani) dan sekunder (sarahan dari kitab yang sama dengan pemikiran tokoh). Setelah dilakukan analisis dari berbagai aspek dan didukung oleh beberapa literatur-literatur primer dan sekunder, sehingga diperoleh hasil penelitian yaitu: potensi kehidupan ini hanya ada dua yaitu: untuk memenuhi kebutuhan jasmani (al-hajat al-udhuwiyyah), dan naluri (al-gharizah). Adapun akal tidak termasuk dalam kategori potensi kehidupan manusia. Karena manusia masih bisa hidup meskipun akalnya hilang. Contohnya saja orang gila, atau anak kecil yang akalnya belum sempurna. Tetapi akal tetap merupakan potensi manusia yang justru merupakan potensi paling penting. Karena akallah yang bisa membedakan kedudukan manusia dibanding makhluk lainnya. Dalam kajian dan analisis yang dilakukan Syekh Taqiyuddin An-Nabhani senantiasa selalu berdasarkan kepada sumber dan dasar hukum yang telah ditetapkan dan disepakati didalam Islam, yaitu berdasarkan pada Al-qur’an, al-hadits, ijma’ sahabat dan qiyas. Secara umum konsep potensi manusia yang dikaji dari pemikiranSyekh Taqiyuddin An-Nabhani bersifat unic dan berbeda dengan konsep yang dipahami di Indonesia.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > B Philosophy (General)
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP166 Teologi (Ilmu Kalam)
L Pendidikan > LC Aspek khusus pendidikan > LC901 Pendidikan Islam
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mrs Kurnia
Date Deposited: 19 Jun 2026 06:41
Last Modified: 19 Jun 2026 06:41
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2278

Actions (login required)

View Item View Item