Niken Betasa, 2115228 (2020) Upaya Guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kemandirian Shalat pada Anak Penyandang Tunanetra di SLB N 1 Bukittinggi. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
cover niken-betasa-2115.228.pdf Download (97kB) |
|
|
Text
abstrak niken-betasa-2115.228.pdf Download (151kB) |
|
|
Text
652e9-niken-betasa-2115.228.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi sebagaimana yang diketahui bahwa anak tunanetra adalah anak yang mempunyai kelainan atau kerusakan pada satu atau kedua matanya sehingga tidak dapat berfungsi secara optimal. Kekurangan fisik yang dimiliki anak tunanetra menyebabkan mereka mengalami hambatan dalam kemandirian melaksanakan shalat. Ketidaksempurnaan fisik yang berbeda dengan anak lain, hal ini mendorong Guru Pendidikan Agama Islam memberikan bimbingan bagi anak tunanetra dalam menanamkan kemandirian shalat. Guru PAI mengalami hambatan dalam mengimplementasikan pembelajaran untuk mengarahkan anak agar mandiri dalam melaksanakan shalat pada saat pembelajaran berlangsung. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan (field research). Metode pengumpulan datanya dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini ada dua, yaitu informan kunci dan informan pendukung. Informan kuncinya adalah Guru Pendidikan Agama Islam sedangkan yang menjadi informan pendukung dalam penelitian ini adalah siswa penyandang tunanetra. Dalam penelitian ini penulis menganalisis data dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, artinya data yang muncul berupa data-data tertulis atau lisan dari orang atau perilaku yang diamati yang diproses melalui catatan, kemudian disusun dalam teks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya guru Pendidikan Agama Islam dalam Menanamkan Kemandirian Shalat pada Anak Penyandang Tunanetra memiliki kesamaan dengan menanamkan kemandirian shalat pada anak normal pada umumnya. Hanya saja ketika dalam proses pembelajaran guru menggunakan metode ceramah yang penjelasan materinya dilakukan secara berulang-ulang, selain itu guru juga menggunakan metode demonstrasi dengan perabaan yakni guru terlebih dahulu menjelaskan bagaimana tata cara shalat, bacaan shalat dan gerakan shalat, setelah itu guru mempraktekkan bagaimana gerakan shalat yang baik dan benar, kemudian peserta didik memegang posisi tangan guru seperti apa dan yang terakhir peserta didik mempraktekkannya sendiri. Selain itu guru juga mengalami hambatan dalam menjelaskan materi kepada anak baik itu hambatan dari dalam maupun hambatan dari luar. Hambatan dari dalam, antara lain: keterbatasan fisik peserta didik, motivasi belajar yang tidak stabil, dan perbedaan daya tangkap peserta didik. Sedangkan hambatan dari luar, antara lain: perencanaan pembelajaran yang kurang sesuai, minimnya sumber belajar, kurangnya dorongan dari orang tua, terbatasnya waktu pembelajaran, dan terbatasnya tenaga pengajar.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Guru PAI, Kemandirian Shalat, Anak Tunanetra |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > HV Social pathology. Social and public welfare L Pendidikan > LC Aspek khusus pendidikan > LC3950 Anak berkebutuhan khusus, Pendidikan khusus B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP178 Doa,Sholat |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Mrs Kurnia |
| Date Deposited: | 19 Jun 2026 06:41 |
| Last Modified: | 19 Jun 2026 06:41 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2279 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

