Anisa Amanatul Umi, 2116021 (2020) Faktor-Faktor Remaja Tidak Melaksanakan Shalat Fardu di Jorong Railia Kenagarian Duo Koto Maninjau. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Cover Anisa Amanatul Umi_2116021.pdf Download (231kB) |
|
|
Text
Abstrak Anisa Amanatul Umi_2116021.pdf Download (300kB) |
|
|
Text
Fulltext Anisa Amanatul Umi_2116021.pdf Restricted to Repository staff only Download (9MB) | Request a copy |
Abstract
Pada situasi dan kondisi dilapangan yang penulis lihat, orang tua acap kali mengajak, menyuruh dan memerintahkan anak untuk mengerjakan shalat fardhu dirumah. Sebagian anak ada melaksanakan suruhan dan perintah dari orang tuanya jikalau orang tua sudah tegas dan nyinyir menyuruh kemudian dilaksanakan oleh anak tersebut meski waktu shalat sering diundur-undur dan alasan lain karena malas untuk mengerjakannya, dan sebagian lagi melaksanakan karena menyadari bahwa shalat fardhu merupakan suatu kewajiban umat muslim yang telah memasuki usia balig dan apabila meninggalkan shalat tersebut mendapat dosa besar. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan jenis penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Penelitian berlokasi di Jorong Railia Kenagarian Duo Koto Maninjau. Dalam hal ini yang menjadi informan kunci adalah orang tua dan informan pendukung adalah Remaja. Untuk memperoleh data dalam penelitian ini peneliti melakukan wawancara dengan informan. Setelah melakukan penelitian maka diperoleh hasil sebagai berikut, bahwa faktor yang mempengaruhi remaja tidak melaksanakan shalat terdiri dari dua yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun faktor internal adalah pertama faktor ilmu agama/intelengensi, keimanan, keimanan, dan minat. keimanan remaja di jorong tersebut terhitung kurang karena untuk melaksanakan shalat fardhu saja harus disuruh dan dipaksa dahulu baru dikerjakan, dan adanya rasa malas dari diri remaja tersebut karena pengaruh ponsel yang mengakibatkan anak menjadi lalai mengerjakan shalat fardhu. Ketiga faktor minat yang tumbuh dari diri remaja tersebut. Adapun faktor eksternal yaitu yang pertama faktor sekolah, menurut sepengetahuan orang tua disekolah remaja juga disuruh untuk melaksanakan ibadah shalat fardhu berjama?ah. Kedua faktor masyarakat. Ketiga faktor pendidikan, pendidikan juga memiliki peran penting dalam kesiapan remaja melaksanakan ibadah shalat fardhu dirumah karena aktifitas anak disekolah mencerminkan dan menjadikan bukti ketika berada dirumah. Pendidikan juga memberikan pengaruh energi positif terhadap pelaksanaan ibadah shalat fardhu remaja.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Faktor-faktor, remaja, shalat. |
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > BV Practical Theology B Filosofi. Psikologi. Agama > BF Psychology > BF501 Motivasi H Ilmu Sosial > HQ The family. Marriage. Woman > HQ793 Pemuda, Remaja B Filosofi. Psikologi. Agama > BF Psychology > BF723 Psikologi Anak |
| Divisions: | Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam |
| Depositing User: | Mrs Kurnia |
| Date Deposited: | 23 Jul 2026 02:39 |
| Last Modified: | 23 Jul 2026 02:39 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2529 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

