Ferdy Fernandes, 3317332 (2021) Analisis Prinsip Nisbah Pembiayaan Mudharabah Dalam Keberlansungan Usaha Mikro Kecil Dan Menengah Di Tengah Pandemic (Studi Kasus Pada PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Cover Ferdy Fernandes_3317332.pdf Download (40kB) |
|
|
Text
Abstrak Ferdy Fernandes_3317332.pdf Download (301kB) |
|
|
Text
Fulltext Ferdy Fernandes_3317332.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh pandemic yang terjadi pada saat ini mengakibatkan perekonomian pada dua tahun terakhir ini mengalami penurunan, kurangnya mobilitas/aktifitas masyarakat pada saat ini mengakibatkan turunya omset dari para pelaku usaha. Banyak dari para pelaku usaha mikro kecil dan menengah yang mengalami kendala bahkan banyak dari mereka yang menutup usahanya akibat terbentur masalah permodalan guna menjaga keberlansungan usaha di tengah pandemic. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilakukan di PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Haji Miskin Pandai Sikek. Data-data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan cara wawancara dan dokumentasi. Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Metode analisis deskriptif kualitatif digunakan untuk mengambarkan bagaimana peranan prinsip nisbah pembiayaan mudharabah dalam keberlansungan usaha mikro kecil dan menengah di tengah pandemic. Penelitian ini menghasilkan kesimpulan bahwa pelaksanaan prinsip nisbah pembiayaan mudharabah di PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek sudah sesuai dengan syariat islam dan dapat mempertahankan keberlansungan UMKM di tengah pandemic. Hanya saja, pada umumnya PT. BPRS Haji Miskin Pandai Sikek hanya memberikan pembiayaan mudharabah kepada nasabah yang sudah assessing atau nasabah yang sudah lama, sudah tau bagaimana bisnisnya, sudah tau bagaimana orangnya, memiliki prospek usaha yang bagus dan butuh akan pembiayaan tersebut dengan alasan bahwa pembiayaan mudharabah adalah pembiayaan dengan resiko yang tinggi. Pada saat penentuan besaran nisbah bank mempunyai ekspektasi keuntungan yang diharapkan dari investasi tersebut. Setelah itu, baru bank menentukan besaran nisbah yang akan diberikan kepada nasabah, nisbah berupa persentase atas keuntungan yang didapat, besaran nisbah ditentukan atas kesepakan dari kedua belah pihak.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | H Ilmu Sosial > HG Keuangan B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP173.75 Ekonomi Islam. Perbankan Syariah H Ilmu Sosial > HG Keuangan > HG1501 Perbankan |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Perbankan Syariah |
| Depositing User: | Mrs Kurnia |
| Date Deposited: | 28 Jul 2026 03:18 |
| Last Modified: | 28 Jul 2026 03:18 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2575 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

