Nola Febriani, 4621037 (2025) Peran Tradisi Tepung Tawar dalam Membangun Perdamaian pada Msyarakat Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Nola Febriani 4621037 cover.pdf Download (121kB) |
|
|
Text
Nola Febriani 4621037 abstrak.pdf Download (118kB) |
|
|
Text
Nola Febriani 4621037 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh suatu tradisi yang memainkan peran penting dalam membentuk identitas budaya suatu kelompok, salah satu tradisi yang masih dilestarikan oleh masyarakat Muara Rupit Kabupaten Muratara adalah Tepung Tawar. Tradisi Tepung Tawar bukan sekadar warisan budaya, melainkan juga merupakan alat dalam menciptakan dan mempertahankan perdamaian di dalam masyarakat. Temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Tepung Tawar berfungsi sebagai alat rekonsiliasi dan pemersatu dalam penyelesaian konflik. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana tradisi Tepung Tawar berkontribusi terhadap pembentukan perdamaian sosial di masyarakat Muara Rupit. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan informan kunci dan pendukung, serta dokumentasi. Sementara itu, teknik analisis data yang digunakan mencakup reduksi data, penyajian data secara sistematis, dan penarikan kesimpulan berdasarkan temuan lapangan. Pendekatan ini diharapkan mampu memberikan Gambaran yang jelas dan mudah dipahami tentang sumber-sumber konflik yang muncul serta cara masyarakat menyelesaikannya, sesuai dengan nilai-nilai budaya lokal yang berlaku pada masyarakat Kecamatan Muara Rupit Kabupaten Muratara Provinsi Sumatera Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tradisi tepung tawar memiliki peran penting dalam menciptakan dan menjaga perdamaian di masyarakat Kecamatan Muara Rupit, Kabupaten Musi Rawas Utara. Tradisi Tepung Tawar Perdamaian digunakan untuk menyelesaikan berbagai konflik yang terjadi di tengah masyarakat. Salah satu bentuk konflik yang dapat diselesaikan melalui tradisi ini adalah kecelakaan, baik yang menimbulkan korban jiwa maupun tidak. Pelaksanaan ritual ini dipimpin oleh tokoh adat atau tokoh agama yang dihormati, dengan menggunakan berbagai bahan yang memiliki makna dan simbol tersendiri. Misalnya, beras melambangkan kesucian, kunyit dianggap sebagai pembersih spiritual dan fisik, daun tawar melambangkan penghilangan emosi negatif, dan daun sedingin menjadi simbol kedamaian.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Tradisi Tepung Tawar, Perdamaian, Konflik Sosial |
| Subjects: | G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs B Filosofi. Psikologi. Agama > BL Religion > BL60 Sosiologi Agama |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Sosiologi Agama |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 31 Jul 2026 08:05 |
| Last Modified: | 31 Jul 2026 08:05 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2614 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

