Fiqih Perempuan Telaah Atas Pemikiran KH. Husein Muhammad

M.Syafrizal, 10117007 (2019) Fiqih Perempuan Telaah Atas Pemikiran KH. Husein Muhammad. Magister thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
COVER M SYAFRIZAL_10117007.pdf

Download (17kB)
[img] Text
ABSTRAK M SYAFRIZAL_10117007.pdf

Download (42kB)
[img] Text
FULLTEXT M SYAFRIZAL_10117007.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (940kB) | Request a copy

Abstract

Dalam tatanan realitas sosial mengapa terjadi perbedaan perlakuan terhadap perempuan, seperti larangan perempuan untuk menjadi presiden, padahal idealitas agama mengatakan bahwa tidak ada perbedaan hak dan kewajiban antara laki-laki dan perempuan. Begitu juga dengan isu poligami yang banyak menimbulkan efek sosial bukan hanya kepada perempuan yang dipoligami tetapi juga bagi anak-anak yang ayahnya berpoligami, aborsi yang dilakukan dengan sengaja serta tanpa melibatkan pihak yang ahli dan masalah aurat yang darinya bisa timbul kejahatan sexsual. Terhadap masalah yang berkaitan dengan perempuan seperti presiden perempuan, poligami, batasan aurat dan aborsi dan lainnya, KH. Husein mengusulkan untuk mengadakan interpretasi terhadap bangunan keagamaan atau teks-teks keagamaan untuk disesuaikan dengan konteks dan masa kekinian. Masih menurutnya bahwa pemahaman agama terhadap perempuan masih sangat bias, masih menomorduakan dan masih memarginalkan. Agama di sini dimanifestasikan dalam penafsiran terhadap teks, banyak orang menganggap bahwa teks fiqh itu sama dengan agama yang memiliki kesakralan dan keabadian dan ia juga yang mempertanyakan apakah benar agama melakukan hal itu ? dan apakah agama diskriminatif ? Dalam melakukan penelitian ini penulis menggunakan Jenis penelitian studi kepustakaan (Library Research) utamanya dengan merujuk kepada literatur-literatur dan tulisan-tulisan yang ditulis oleh KH. Husein Muhammad serta hasil wawancara. Dalam mengumpulkan data maka penulis langsung mengutip dari buku-buku yang berisi gagasan KH. Husein Muhammad tentang perempuan seperti dalam buku Fiqih Perempuan Refleksi Kiai atas Wacana Agama dan Gender, Islam Agama Ramah Perempuan dan Ijtihad Kyai Husein. Sedangkan sumber data sekunder lainnya adalah literatur (kitab-kitab klasik dan modern, buku-buku dan jurnal- jurnal ilmiah) yang berhubungan langsung dengan penelitian ini. Setelah data-data didapati dan dikaji dari buku-buku yang membahas tema-tema yang dibahas oleh penulis, kemudian data itu diolah dengan metode analisis isi dengan suatu teknik yang sistematik untuk menganalisa isi pesan dan mengolahnya. Dalam menarik kesimpulan penulis menggunakan pendekatan (metode) induktif untuk membantu pemahaman dalam memaknai data yang rumit melalui pengembangan dari tema atau bahasan yang diikhtisarkan dari data yang kasar (umum). Setelah penulis melakukan kajian dari pendapat KH. Husein Muhammad tentang batasan aurat nampak beliau mengatakan bahwa batasan aurat itu diserahkan pada pertimbangan kemanusian dan nampak disini bahwa ia melakukan dekonstruksi hukum Islam, dalam hal poligami ia mengatakan bahwa pernikahan yang ideal itu adalah monogami dan dalam hal aborsi ia juga membolehkan mengganti hukuman lain asal tujuan untuk mendidik yang melanggar tercapai dan dalam hal presiden perempuan ia juga melakukan rekonstruksi hukum Islam yang sudah dibangun oleh para ulama. Metode KH. Husein Muhammad belum sepenuhnya dapat diaplikasikan karena beliau terlalu longgarnya dalam memahami hukum Islam seperti contohnya batasan aurat yang diserahkan pada pertimbangan kesopanan, maka yang terjadi adalah berbeda dan beragamnya corak dan bentuk batasan aurat itu antar daerah yang satu dengan yang lainnya.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Magister)
Subjects: K Hukum > KBP Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana > Hukum Islam S2
Depositing User: Mrs Kurnia
Date Deposited: 12 Aug 2026 02:05
Last Modified: 12 Aug 2026 02:05
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2723

Actions (login required)

View Item View Item