Konsep Ikhlas dalam Al-Qur'an (Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Azhar dan Al-Maraghi)

Deri Gusti Rivanda, 4118057 (2025) Konsep Ikhlas dalam Al-Qur'an (Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Azhar dan Al-Maraghi). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Deri Gusti Rivanda 4118057 cover.pdf

Download (25kB)
[img] Text
Deri Gusti Rivanda 4118057 abstrak.pdf

Download (442kB)
[img] Text
Deri Gusti Rivanda 4118057 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dengan judul “Ikhlas Perspektif Al-Qur`an: Studi Komparatif Antara Tafsir Al-Maraghi dan Al-Azhar”, dilatarbelakangi oleh pemahaman tentang konsep ikhlas yang merupakan salah satu nilai fundamental dalam ajaran Islam yang menjadi landasan diterimanya amal perbuatan seorang hamba di hadapan Allah SWT. Banyak konsep ikhlas yang dipahami dalam al-Qur`an dengan motif batiniah, kejujuran niat, dan kebersihan hati dari riya dan juga kepentingan duniawi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara komparatif pemahaman dan dan penafsiran tentang konsep ikhlas menurut dua tokoh mufassir, yaitu al-Maraghi dan Buya Hamka. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi kepustakaan (library research) dalam pengumpulan datanya. Adapun metode penafsiran yang digunakan adalah melalui pendekatan metode muqarran (perbandingan). Hasil penelitian ini adalah, bahwasanya Al-Maraghi dengan pendekatan tahlili, menekankan makna ikhlas sebagai pemurnian niat hanya kepada Allah dalam setiap amal perbuatan. Ia menekankan bahwa amal yang dilakukan tanpa ikhlas tidak akan memiliki nilai di sisi Allah. Oleh karena itu, ikhlas berarti membersihkan hati dari riya, sum‘ah, dan segala tujuan duniawi yang dapat merusak kesucian niat. Sementara itu, Buya Hamka memaknai ikhlas sebagai kejujuran hati dalam beramal, di mana dan apa yang tampak di luar, harus sesuai dengan niat di dalam. Menurutnya, orang yang ikhlas tidak mengharapkan pamrih dunia seperti pujian, kedudukan, atau keuntungan pribadi. Hamka menekankan bahwa ikhlas membawa kebebasan jiwa, seseorang akan merasa tenang, lapang, dan bersih dari sifat iri serta dengki karena amalnya hanya ditujukan kepada Allah.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Ikhlas, Al-Maraghi, Al-Azhar, Al-Qur`an
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP100-134 Al-Qur'an
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Al-Quran dan Tafsir
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 20 Aug 2026 08:00
Last Modified: 20 Aug 2026 08:00
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2789

Actions (login required)

View Item View Item