Farisa Putri Karlina, 1122112 (2026) Tradisi Bakampuang Mamak dalam Pelaksanaan Alek Perkawinan di Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Perspektif Maslahah. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Farisa Putri Karlina 1122112 cover.pdf Download (189kB) |
|
|
Text
Farisa Putri Karlina 1122112 abstrak.pdf Download (247kB) |
|
|
Text
Farisa Putri Karlina 1122112 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini dilatar belakangi oleh adanya tradisi bakampuang mamak di Nagari Koto Tuo dalam pelaksanaan alek perkawinan. Tradisi ini mengumpulkan seluruh niniak mamak di Nagari Koto Tuo untuk memberitahukan bagaimana proses pelaksanaan alek Nagari mulai dari perencanaan, kemudian bentuk alek. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan bakampuang mamak dan untuk mengetahui pelaksanaan bakampuang mamak itu menurut perspektif maslahah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan niniak mamak, tokoh agama, dan tokoh masyarakat di Nagari Koto Tuo, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan skripsi yang relevan. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif-induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi bakampuang mamak dalam alek perkawinan di Nagari Koto Tuo Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh dilaksanakan dengan mengumpulkan niniak mamak untuk memberitahukan proses pelaksanaan alek nagari, mulai dari pemberitahuan kedatangan sumando baru, rencana pelaksanaan alek/pesta besar, permohonan izin arak-arakan pengantin (ba-arak iriang anak daro jo marapulai) sepanjang jalan di dalam kampung, hingga pembagian tugas dan tanggung jawab niniak mamak, dengan tujuan memberitahukan dan meminta izin restu, memberikan legitimasi adat atas arak-arakan mempelai, dan mempererat silaturrahmi serta solidaritas sosial antara niniak mamak dan masyarakat nagari. Ditinjau dari perspektif maslahah, tradisi ini merupakan salah satu bentuk kerja sama dan tolong-menolong yang manfaatnya dirasakan secara umum oleh masyarakat, meskipun tidak termasuk dalam urutan pelaksanaan pernikahan menurut fiqh, tradisi ini tetap boleh dilaksanakan mengingat nilai kemaslahatan yang ditimbulkannya, sehingga tidak bertentangan dengan hukum Islam. Jadi tradisi bakampuang mamak ini termasuk ke dalam maslahah mursalah, yaitu maslahah yang secara eksplisit tidak ada satu dalil pun baik yang mengakuinya ataupun menolaknya, kemaslahatan yang memang terkait dengan kepentingan orang banyak, yaitu terdapatnya musyawarah, gotong royong dan terjalinnya silaturrahmi.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Bakampuang Mamak, Alek Perkawinan, Tradisi Minangkabau |
| Subjects: | K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 01 Oct 2026 08:59 |
| Last Modified: | 01 Oct 2026 08:59 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2895 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

