Pendayagunaan Tanah Adat Terbengkalai: Rekonstruksi Konsep Ihyaul Mawat terhadap Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (Studi Kasus di Nagari Bukit Sileh, Kabupaten Solok)

Roni Marizal Putra, 10124005 (2026) Pendayagunaan Tanah Adat Terbengkalai: Rekonstruksi Konsep Ihyaul Mawat terhadap Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan (Studi Kasus di Nagari Bukit Sileh, Kabupaten Solok). Magister thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Roni Marizal Putra 10124005 cover.pdf

Download (193kB)
[img] Text
Roni Marizal Putra 10124005 abstrak.pdf

Download (214kB)
[img] Text
Roni Marizal Putra 10124005 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Ketimpangan kepemilikan tanah merupakan salah satu permasalahan yang sering terjadi di wilayah adat Indonesia. Banyak lahan di wilayah adat indonesia terbengkalai karena tidak dimanfaatkan secara optimal, termasuk tanah adat Minangkabau. Konsep Iḥyā’ al-Mawāt dalam Islam mendorong penghidupan tanah mati untuk kemaslahatan, sebagai solusi mengoptimalkan tanah adat terbengkalai dan mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. Studi kasus di Nagari Bukit Sileh, Kabupaten Solok, dipilih karena luas tanah adatnya signifikan namun belum tergarap maksimal, cocok untuk uji rekonstruksi konsep Iḥyā’ al-Mawāt dalam adat komunal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendayagunaan tanah adat di wilayah Nagari Bukit Sileh, Kabupaten Solok, serta mengkaji relevansinya dalam perspektif Iḥyā’ al-Mawāt terhadap pembangunan ekonomi berkelanjutan, sekaligus merumuskan model rekonstruktif pengelolaan tanah adat berbasis prinsip hukum Islam. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dan observasi lapangan. Sumber data sekunder diperoleh dari sumber literatur fikih klasik dan kontemporer. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian ini ialah pendayagunaan tanah adat di Nagari Bukit Sileh belum optimal karena masih terdapat lahan terbengkalai akibat faktor hukum, sosial, ekonomi, dan kelembagaan. Dalam perspektif Iḥyā’ al-Mawāt, kondisi ini menegaskan pentingnya penghidupan tanah secara produktif tanpa mengubah kepemilikan komunal. Rekonstruksi konsep tersebut melalui penerapan akad yang relevan dengan pembangunan ekonomi berkelanjutan karena mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, membuka peluang ekonomi, serta menjaga keseimbangan sosial dan lingkungan.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Magister)
Keywords: Tanah Adat, Pendayagunaan, Terbengkalai, Ihyaul Mawat, Ekonomi Berkelanjutan
Subjects: K Hukum > KBP Hukum Islam
Divisions: Pascasarjana > Hukum Islam S2
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 02 Oct 2026 06:59
Last Modified: 02 Oct 2026 06:59
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2901

Actions (login required)

View Item View Item