Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Akad dan Mekanisme Royalti Kreator Komik Digital dalam Industri Hiburan Visual (Studi Kasus terhadap Aplikasi Webtoon)

Muhammad Daffa Raihan Al Ghifari, 1222003 (2026) Tinjauan Hukum Ekonomi Syariah terhadap Akad dan Mekanisme Royalti Kreator Komik Digital dalam Industri Hiburan Visual (Studi Kasus terhadap Aplikasi Webtoon). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Muhammad Daffa Raihan Al Ghifari 1222003 cover.pdf

Download (12kB)
[img] Text
Muhammad Daffa Raihan Al Ghifari 1222003 abstrak.pdf

Download (332kB)
[img] Text
Muhammad Daffa Raihan Al Ghifari 1222003 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berkembangnya industri komik digital melalui platform WEBTOON yang menerapkan sistem monetisasi dan pembagian royalti kepada kreator. Hubungan tersebut melibatkan akad digital, pengelolaan hak cipta, dan mekanisme pembagian pendapatan yang menimbulkan persoalan mengenai kejelasan akad, transparansi, serta kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum ekonomi syariah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui mekanisme akad dan royalti kreator komik digital pada platform WEBTOON serta menganalisisnya berdasarkan perspektif hukum ekonomi syariah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan (library research). Data primer diperoleh dari dokumen resmi WEBTOON seperti Terms of Use, Ad Revenue Sharing Program Terms of Service, dan berbagai kebijakan monetisasi lainnya, sedangkan data sekunder diperoleh dari buku, jurnal ilmiah, serta penelitian terdahulu yang berkaitan dengan akad syariah, royalti digital, dan ekonomi kreatif. Analisis data dilakukan melalui teknik analisis isi (content analysis) dan analisis komparatif. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan bahwa hubungan hukum antara kreator dan platform WEBTOON terbentuk melalui akad digital (electronic agreement) yang secara substansi dapat dipahami sebagai bentuk modern dari ijab dan qabul. Hubungan tersebut memiliki karakteristik yang mendekati Syirkah al-A'mal (Syirkah Abdan) dan Mudharabah Kontemporer Berbasis Hak Kekayaan Intelektual (HKI). Karakter Syirkah al-A'mal terlihat dari adanya kontribusi keahlian dan pekerjaan antara kreator serta platform dalam menghasilkan nilai ekonomi dari karya digital, sedangkan karakter Mudharabah Kontemporer Berbasis HKI tampak pada pemanfaatan karya intelektual sebagai aset ekonomi yang dikelola melalui sistem monetisasi platform untuk menghasilkan keuntungan yang kemudian dibagikan kepada para pihak. Secara umum mekanisme royalti pada WEBTOON telah memenuhi unsur dasar akad syariah dan diperbolehkan dalam hukum ekonomi syariah. Namun demikian, masih ditemukan potensi unsur gharar yang disebabkan oleh keterbatasan transparansi sistem perhitungan royalti, ketidakpastian pendapatan, ketidakseimbangan posisi tawar antara kreator dan platform, serta adanya kemungkinan perubahan kebijakan secara sepihak. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan transparansi dan kejelasan kontrak agar prinsip keadilan, amanah, dan kepastian akad dalam hukum ekonomi syariah dapat terwujud secara optimal.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Akad Syariah, Royalti Digital, WEBTOON, Gharar, Ekonomi Kreatif
Subjects: K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP639 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 06 Oct 2026 02:15
Last Modified: 06 Oct 2026 02:15
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2918

Actions (login required)

View Item View Item