Tradisi Manta Laku dari Pihak Bako Setelah Kelahiran Anak di Nagari Sarilamak Kecematan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Perspektif 'Urf

Viona Amelia, 1122073 (2026) Tradisi Manta Laku dari Pihak Bako Setelah Kelahiran Anak di Nagari Sarilamak Kecematan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Perspektif 'Urf. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Viona Amelia 1122073 cover.pdf

Download (306kB)
[img] Text
Viona Amelia 1122073 abstrak.pdf

Download (411kB)
[img] Text
Viona Amelia 1122073 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Tradisi manta laku adalah tradisi nenek moyong yang pada zaman dahulu dan sekarang sudah menjadi tradisi di Nagari Sarilamak sampai saat ini. Tradisi manta laku itu adalah kebiasaan masyarakat bagi yang anak baru lahir (rentang 7 hari sampai 6 bulan) dibawa menginap ke tempat keluarga dari pihak ayah (bako). terjadinya manta laku ini disebabkan karena anak yang baru lahir di bawa ke rumah bako untuk mengukuhkan nasab anak atau mengenalkan anak tersebut kepada keluarga dari ayah anak tersebut. Anak tersebut dibawa oleh orang tuanya ke rumah bako lalu menginap disana selama 3 sampai 7 hari. Setelah itu anak tersebut diantarkan kembali ke rumahnya. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana proses pelaksanaan tradisi tersebut serta meninjau kedudukannya dalam perspektif hukum Islam, terutama kaitannya dengan konsep ‘urf dalam syariat Islam. Penelitian ini merupakan studi lapangan (Field Research) dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dari tokoh alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang dan cadiak pandai (pemerintah nagari), observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder adalah kitab Fiqh, buku, artikel yang relevan. Adapun dalam menganalisis data melalui reduksi data, kategorisasi data serta penarikan kesimpulan yang bersifat induktif. Hasil penelitian menemukan bahwa: pertama, tradisi manta laku dilaksanakan melalui beberapa tahap yaitu, penjemputan anak oleh bakoketika anak tersebut berumur tujuh hari, bermalam di rumah bako selama tiha hari dan mengadakan syukuran, setelah itu membawa anak ke tempat bako yang berada di sekitaran rumah yang melakukan tradisi itu, dan memgantarkan kembali anak itu dengan membawa seekor ayam betina dan cikal kelapa. Kedua, Tradisi manta laku merupakan adat turun-temurun masyarakat Nagari Sarilamak yang termasuk ‘urf al-khas, karena hanya berlaku pada masyarakat setempat. Dalam analisis hukum Islam, tradisi ini dikategorikan sebagai ‘urf fasid karena masih terdapat unsur kepercayaan masyarakat yang bertentangan dengan ajaran Islam yaitu; dikaitkan dengan terhindarnya anak dari sakit atau musibah tertentu yang mengarah pada tahayul yang diyakini secara masif. Disisi lain pelaksanaan tradisi ini menimbulkan dampak beban ekonomi dibeberapa keluarga yang keberatan untuk mengadakan perlengkapan dan syukuran karena tuntutan adat yang mesti dijalani.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Tradisi Manta Laku, Pihak Bako, Kelahiran Anak, Perspektif 'Urf
Subjects: K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 08 Oct 2026 07:25
Last Modified: 08 Oct 2026 07:25
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2947

Actions (login required)

View Item View Item