Peni Asri Mawinda, 1222069 (2026) Persepsi Masyarakat terhadap Kebiasaan Mengambil Anak Kayu Manis untuk Diperjualbelikan Perspektif Fiqh Muamalah (Studi Kasus di Nagari Lubuk Gadang Tenggara Kecamatan Sangir Kabupaten Solok Selatan). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Peni Asri Mawinda 1222069 cover.pdf Download (173kB) |
|
|
Text
Peni Asri Mawinda 1222069 abstrak.pdf Download (210kB) |
|
|
Text
Peni Asri Mawinda 1222069 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini ditulis karena dilatarbelakangi oleh adanya kebiasaan masyarakat mengambil bibit kayu manis yang tumbuh di lahan milik orang lain untuk ditanam kembali maupun diperjualbelikan. Kebiasaan tersebut telah berlangsung secara turun-temurun dan menjadi praktik yang umum dilakukan oleh sebagian masyarakat di Nagari Lubuk Gadang Tenggara. Namun, dalam praktiknya terdapat pihak yang mengambil bibit tanpa izin pemilik lahan sehingga menimbulkan perbedaan persepsi dan menimbulkan persoalan dalam perspektif fiqih muamalah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi masyarakat terhadap kebiasaan mengambil anak kayu manis untuk diperjualbelikan serta menganalisis pandangan fiqih muamalah terhadap praktik tersebut. Metode penelitian yang digunakan merupakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan pemilik lahan, pihak yang mengambil bibit kayu manis, niniak mamak, alim ulama, dan cadiak pandai di Nagari Lubuk Gadang Tenggara. Data sekunder diperoleh dari buku, jurnal, dan sumber ilmiah lainnya yang relevan dengan penelitian. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kebiasaan mengambil anak kayu manis untuk diperjualbelikan beragam. Sebagian masyarakat menganggap praktik tersebut sebagai kebiasaan yang wajar karena telah berlangsung lama dan dapat membantu meningkatkan perekonomian masyarakat. Namun, sebagian masyarakat lainnya menilai bahwa pengambilan anak kayu manis tanpa izin dapat merugikan pemilik lahan dan berpotensi menimbulkan perselisihan. Ditinjau dari perspektif fiqh muamalah, anak kayu manis yang tumbuh di suatu lahan merupakan bagian dari hak milik pemilik lahan. Oleh karena itu, pengambilan anak kayu manis hanya dibenarkan apabila dilakukan dengan izin dan kerelaan pemilik lahan. Adapun jual beli bibit kayu manis yang diperoleh dengan izin pemilik lahan dapat dinyatakan sah karena memenuhi unsur kepemilikan yang sah. Sebaliknya, jual beli anak kayu manis yang diperoleh tanpa izin pemilik lahan tidak sesuai dengan prinsip hak milik dalam fiqh muamalah sehingga keabsahan jual belinya tidak terpenuhi secara syariat.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Persepsi Masyarakat, Anak Kayu Manis, Jual Beli, Fiqih Muamalah |
| Subjects: | S Pertanian > S Agriculture (General) K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP639 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah) |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 27 Oct 2026 02:52 |
| Last Modified: | 27 Oct 2026 02:52 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/3163 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

