Tradisi Mananti Bako Sebelum Penyelenggaraan Jenazah di Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Perspektif Maslahah

Arini Nazhifah, 1122095 (2026) Tradisi Mananti Bako Sebelum Penyelenggaraan Jenazah di Nagari Sarilamak Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Perspektif Maslahah. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Arini Nazhifah 1122095 cover.pdf

Download (156kB)
[img] Text
Arini Nazhifah 1122095 abstrak.pdf

Download (206kB)
[img] Text
Arini Nazhifah 1122095 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya kebiasaan masyarakat Nagari Sarilamak dalam tradisi kematian. Dalam praktiknya, ketika ada kematian seseorang maka yang diberitahu terlebih dahulu adalah pihak bako-nya. Kehadiran bako harus dinanti untuk melaksanakan penyelenggaraan jenazah karena tinggi nya kedudukan bako dalam minangkabau tepatnya di Nagari Sarilamak. Namun dalam praktik tradisi mananti bako Sebelum Penyelenggaraan Jenazah berpotensi menyebabkan adanya perselisihan antara kebiasaan adat dan syari’at islam karena terjadinya penundaan dalam pelaksanaannya sedangkan syari’at menganjurkan untuk menyegerakan penyelenggaraan jenazah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara dengan ninik mamak, alim ulama, dan masyarakat Nagari Sarilamak, serta didukung oleh dokumentasi. Selanjutnya, data dianalisis secara deskriptif dengan menggunakan teori maslahah sebagai salah satu landasan dalam memahami tujuan hukum Islam (maqasid syari’ah). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi mananti bako sebelum penyelenggaraan jenazah di Nagari Sarilamak berpotensi adanya perbedaan dengan syari'at islam karena didalam syari'at hukum islam penyelenggarakan jenazah dianjurkan untuk disegerakan pelaksanaannya, sedangkan realita yang terjadi di masyarakat Nagari Sarilamak ketika hendak menyelenggarakan jenazah terdapat penundaan karena harus menunggu pihak bako terlebih dahulu sebelum penyelenggaraannya. Akan tetapi, tradisi ini merupakan salah satu bentuk penghormatan kepada keluarga bako sekaligus sarana mempererat hubungan kekerabatan serta melestarikan nilai-nilai adat yang masih hidup dalam masyarakat Nagari Sarilamak. Namun dari perspektif maslahah, tradisi ini mengandung manfaat karena mampu menciptakan keharmonisan sosial dan memperkokoh ikatan kekeluargaan. Namun demikian, pelaksanaannya tidak boleh bertentangan dengan prinsip-prinsip syariat Islam, terutama anjuran untuk menyegerakan penyelenggaraan jenazah. Oleh karena itu, tradisi mananti bako dapat dipandang sebagai maslahah mursalah selama tidak menyebabkan kemudaratan, tidak menghambat hak jenazah untuk segera diselenggarakan, serta tetap sejalan dengan tujuan syariat.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Tradisi Mananti Bako, Penyelenggaraan Jenazah, Tradisi Minangkabau
Subjects: G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 28 Oct 2026 07:38
Last Modified: 28 Oct 2026 07:38
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/3194

Actions (login required)

View Item View Item