Hak Khiyar dalam Jual Beli Baju Second secara Online Perspektif Fiqh Muamalah (Studi di Online Shop Bukittinggi)

Julia Amanda, 1222057 (2026) Hak Khiyar dalam Jual Beli Baju Second secara Online Perspektif Fiqh Muamalah (Studi di Online Shop Bukittinggi). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Julia Amanda 1222057 cover.pdf

Download (62kB)
[img] Text
Julia Amanda 1222057 abstrak.pdf

Download (142kB)
[img] Text
Julia Amanda 1222057 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (6MB) | Request a copy

Abstract

Skripsi ini berangkat dari fenomena yang berkembang di masyarakat, yaitu maraknya praktik jual beli baju second secara online melalui media sosial dan marketplace. Transaksi ini banyak diminati karena mudah dan ekonomis, namun dalam praktiknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti kurangnya kejelasan kondisi barang, adanya cacat yang tidak diinformasikan, serta tidak diberikannya kesempatan kepada pembeli untuk mengembalikan barang setelah transaksi. Kondisi tersebut menimbulkan persoalan dalam fiqh muamalah karena berkaitan dengan penerapan hak khiyar sebagai bentuk perlindungan bagi pembeli. Oleh karena itu, penelitian ini penting dilakukan untuk mengkaji pelaksanaan hak khiyar dalam jual beli baju second secara online di online shop Bukittinggi serta menganalisisnya berdasarkan perspektif fiqh muamalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif dan metode analisis deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, kuesioner, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari penjual dan pembeli baju second. Berdasarkan hasil penelitian, pertama, pelaksanaan hak khiyar dalam jual beli baju second secara online di online shop Bukittinggi belum berjalan secara optimal. Sebagian besar penjual menerapkan kebijakan no return dan tidak menyediakan mekanisme komplain, serta belum memberikan informasi yang lengkap mengenai kondisi barang, terutama terkait cacat yang ada. Tidak diterapkannya hak khiyar dipengaruhi oleh kurangnya pengetahuan dan kesadaran mengenai khiyar, tidak adanya kesepakatan khiyar, serta pertimbangan waktu dan biaya pengembalian. Akibatnya, pembeli tidak memperoleh kesempatan untuk menggunakan hak khiyarnya. Kedua, berdasarkan perspektif fiqh muamalah, praktik tersebut belum sepenuhnya sesuai dengan prinsip syariah karena tidak diterapkannya khiyar ‘aib dan adanya unsur gharar akibat kurangnya keterbukaan informasi. Praktik tersebut juga belum sepenuhnya mencerminkan prinsip keadilan, kejujuran, dan kerelaan (an-taradhin) dalam fiqh muamalah.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Hak Khiyar, Jual Beli Online, Baju Second, Fiqh Muamalah, Gharar
Subjects: K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP639 Hukum Ekonomi Syariah (Muamalah)
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 28 Oct 2026 08:39
Last Modified: 28 Oct 2026 08:39
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/3200

Actions (login required)

View Item View Item