Metode Pemberian Layanan Bimbingan dan Konseling pada Siswa Inklusif di MAN 2 Kota Payakumbuh

Raufatul Munawarah, 2615028 (2020) Metode Pemberian Layanan Bimbingan dan Konseling pada Siswa Inklusif di MAN 2 Kota Payakumbuh. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Cover Raufatul Munawwarah_2615028.pdf

Download (223kB)
[img] Text
Abstrak Raufatul Munawwarah_2615028.pdf

Download (71kB)
[img] Text
Fulltext Raufatul Munawwarah_2615028.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (590kB) | Request a copy

Abstract

Layanan Bimbingan dan Konseling merupakan bagian dalam pendidikan dan memiliki kontribusi terhadap keberhasilan pendidikan di sekolah. Layanan bimbingan dan konseling akan berjalan maksimal apabila pelaksanaan layanannya diberikan dengan tepat. MAN 2 Kota Payakumbuh merupakan Sekolah Penyelenggara Pendidikan Inklusif (SPPI) sejak tahun 1995 dan secara resmi pada tahun 2009. Bimbingan dan konseling pada siswa inklusif diberikan agar mereka lebih mengenal diri masing-masing serta dapat menerima keadaan, mengenali kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya serta mampu memiliki masa depan baik. Hasil observasi yang peneliti lakukan menemukan permasalahan bahwa pemberian layanan bimbingan dan konseling pada siswa inklusif samarata di berikan dan tidak adanya layanan khusus. Tujuan dalam penelitian ini adalah melihat metode bimbingan dan konseling apa yang diberikan kepada siswa inklusif. Penelitian ini merupakan tergolong penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan kunci 1 orang guru BK dan informan pendukung 5 orang siswa inklusif yang ada di MAN 2 Kota Payakumbuh. Data di kumpulkan dengan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisa menggunakan analisis data deskriptif analitik dan teknik menguji keabsahan data dengan triangulasi data. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa pemberian layanan bimbingan dan konseling pada siswa inklusif tidak diberikan secara khusus. Metode pemberian layanan bimbingan dan konseling pada siswa inklusif yaitu dengan menggunakan metode bimbingan kelompok dan bimbingan individu dengan mencangkum empat komponen layanan dengan masing masing strategi didalamnya yakni :Pertama, layanan dasar dengan strategi bimbingan klasikal, strategi orientasi, strategi informasi dan pengumpulan data. Kedua, layanan responsif dengan menggunakan strategi konseling individual dan konsultasi. Ketiga ,perencanaan individual menggunakan strategi layanan penempatan dan penyaluran. Keempat, dukungan sistem berupa kegiatan evaluasi dan manajemen. Terdapat beberapa strategi yang tidak diberikan kepada siswa inklusif yaitu, bimbingan kelompok, konseling kelompok, kolaborasi, dan alih tangan kasus.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Metode pemberian layanan Bimbingan dan konseling, siswa inklusif
Subjects: L Pendidikan > LB Teori dan praktek pendidikan > LB1603 Pendidikan menengah. Sekolah Menengah Atas
L Pendidikan > LB Teori dan praktek pendidikan > LB1027.5 Bimbingan dan Konseling Siswa
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Mrs Kurnia
Date Deposited: 04 Nov 2026 03:33
Last Modified: 04 Nov 2026 03:33
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/3287

Actions (login required)

View Item View Item