Tradisi Ba Mamak Masyarakat Jorong Paninggiran Ateh Kecamatan Palupuah Kabupaten Agam(1997-2023)

Anggia Wulandari D., 4421023 (2025) Tradisi Ba Mamak Masyarakat Jorong Paninggiran Ateh Kecamatan Palupuah Kabupaten Agam(1997-2023). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Anggia Wulandari. D 4421023 cover.pdf

Download (11kB)
[img] Text
Anggia Wulandari. D 4421023 abstrak.pdf

Download (70kB)
[img] Text
Anggia Wulandari. D 4421023 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tradisi adat ba mamak yang masih dilakukan oleh Masyarakat Jorong Paninggiran Ateh hingga saat ini. Tradisi ba mamak adalah salah satu adat istiadat yang mencerminkan sistem kekerabatan yang dianut oleh masyarakat Minangkabau, dimana peran mamak sangat penting dalam kehidupan sosial dan budaya. Tradisi ba mamak di Jorong Paninggiran Ateh seiring berjalannya waktu mengalami beberapa perubahan dalam pelaksanaannya yang dipelopori oleh perkumpulan niniak mamak nan batujuah dikato. Metode penelitian yang digunakan dalam adalah metode penelitian sejarah yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi dan historiografi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk memahami perkembangan dan peningkatan dalam tradisi ba mamak masyarakat Minangkabau di jorong Paninggiran Ateh. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan tokoh adat dan masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi ba mamak, serta penelusuran sumber-sumber tertulis berupa surat himbauan dari niniak mamak di Jorong Paninggiran Ateh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan tradisi ba mamak mengalami perubahan seiring dengan perkembangan zaman dan lingkungan penduduk yang mengalami peningkatan. Perubahan tradisi ba mamak yang dahulunya di tahun 1997 dilakukan secara pribadi dan hanya mengundang keluarga terdekat, maka di tahun setelah terjadi perubahan 2023 muncullah gagasan dari perkumpulan niniak mamak nan batujuah dikato untuk memperbaharui tradisi ba mamak yang dilakukan secara bersama-sama (alek nagari) dengan tidak meninggalkan unsur dan nilai-nilai terdahulu. Sebab perubahan dari tradisi adat ba mamak di Jorong Paninggiran Ateh diantaranya adalah peningkatan jumlah penduduk, tidak beragamnya suku Minangkabau yang tersedia di Jorong Paninggiran Ateh, terjadinya ketidakjelasan identitas, mencegah terjadinya persoalan yang berlarut larut jika terjadi suatu permasalahan dan tidak tersedianya tanah pusaka kaum yang akan dibagi-bagikan kepada anak kemenakan di Jorong Paninggiran Ateh.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Tradisi, Mamak, Paninggiran Ateh
Subjects: G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP173.2 Sosiologi Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Sejarah Peradaban Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 15 Jan 2026 07:07
Last Modified: 15 Jan 2026 07:07
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1457

Actions (login required)

View Item View Item