Rahmat Adrianto, 1120045 (2025) Fenomena Ibu Rumah Tangga Bersuluk di Nagari Nan Limo Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Perspektif Fiqih Munakahat. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Rahmat Adrianto 1120045 cover.pdf Download (188kB) |
|
|
Text
Rahmat Adrianto 1120045 abstrak.pdf Download (282kB) |
|
|
Text
Rahmat Adrianto 1120045 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini ditulis karena adanya aktifitas suluk yang dilaksanakan di Nagari Nan Limo yang mana rata-rata orang yang mengikuti suluk tersebut orang yang telah berkeluarga dan tidak hanya diikuti oleh laki-laki saja tetapi perempuan juga banyak mengikutinya. Suluk adalah sebuah usaha untuk meningkatkan kedekatan diri kepada Allah dan seluruh aktivitas seorang hamba ditujukan kepada Allah. Untuk membersihkan hati hakikat suluk adalah mengosongkan diri dari sifat-sifat tercela dan kegiatan suluk tersebut hanya dilakukan dalam satu tahun sekali yaitu sepuluh hari sebelum masuknya bulan ramadhan dan sampai hari raya Idul Fitri yaitu selama 40 hari tanpa pulang sebelum selesai mereka hanya fokus beribadah kepada Allah. Berdasarkan hal ini maka penulis ingin mengetahui tentang bagaimana tentang pelaksanaan suluk dan alasan-alasan dan latar belakang terjadinya berdasarkan ketentuan fiqih munakahat. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang mengunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi langsung di lapangan. Sumber data primer dalam penelitian ini adalah para peserta suluk di Nagari Nan Limo. Sumber data sekunder yang digunakan dalam penelitian ini yaitu artikel-artikel atau berita-berita yang berkaitan dengan penelitian yaitu fenomena wanita bersuluk dalam mengurus rumah tangga. Adapun dalam menganalisis data, penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat ditemukan bahwa pelaksanaan suluk di Nagari Nan Limo ada beberapa faktor wanita untuk mengikuti suluk yaitu faktor spritual, faktor spikologis dan emosional, faktor sosial dan budaya, dukungan dari suami. Adapun pandangan suami terhadap wanita bersuluk yang mendukung istrinya untuk melakukan suluk karena sebelum melaksanakan suluk mereka sepakat terlebih dahulu bahwa sebelum pergi melaksanakan suluk segala kebutuhan keluarga telah disiapkan terlebih dahulu. Dan dipandang di dalam fiqih munakahat khususnya pada mazhab Syafi’i seorang istri diperbolehkan melakukan ibadah di luar rumah jika tidak melalaikan tanggung jawabnya sebagai istri dan mendapat izin dari suaminya. Aktivias suluk tidak bertentangan dengan syari’at selama tidak menimbulkan kerugian terhadap keluarga bahkan bersuluk dapat meningkatkan ketenangan batin yang dapat berdampak positif terhadap cara ber interaksi terhadap keluarga. Oleh karena itu penting adanya pendidikan fiqih keluarga agar perempuan yang ingin melaksanakan suluk dan dapat menyeimbangkan peran spritualnya dan tanggung jawab terhadap keluarganya.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Fenomena, Wanita, Bersuluk |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > HQ The family. Marriage. Woman K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 03:54 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 03:54 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1494 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

