Subjective Well Being pada Pria Dewasa Madya Lajang di Labuhanbatu Sumatra Utara

Ari Nasowaloon Harahap, 2619036 (2026) Subjective Well Being pada Pria Dewasa Madya Lajang di Labuhanbatu Sumatra Utara. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Ari Nasowaloon Harahap 2619036 cover.pdf

Download (219kB)
[img] Text
Ari Nasowaloon Harahap 2619036 abstrak.pdf

Download (202kB)
[img] Text
Ari Nasowaloon Harahap 2619036 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena subjective well-being pada pria dewasa madya lajang yang seringkali mengalami tantangan komponen kognitif dan komponen afektif pada pria dewasa madya lajang yang terlihat bahwa pria dewasa madya yang belum menikah dalam menghadapi berbagai masalah seperti ketidakpuasan dalam pekerjaan, kesulitan finansial, isolasi sosial, dan kecemasan terkait masa depan serta hubungan sosial. Kondisi ini menunjukkan adanya perbedaan dalam pengelolaan emosi positif dan negatif, yang memengaruhi kesejahteraan subjektif mereka secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis komponen kognitif dan afektif dalam subjective well-being pada pria dewasa madya lajang di Labuhanbatu Sumatera Utara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif. Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Pada penelitian ini mengunakan 5 informan kunci dan 5 informan pendukung. Teknik analisis data yaitu menelaah seluruh data, reduksi data, penarikan kesimpulan dan untuk keabsahan data peneliti melakukan triagulasi data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa Subjective well-being pada pria dewasa madya lajang di Labuhanbatu Sumatera Utara, Penulis menemukan bahwa Subjective well-being pria dewasa madya lajang dilihat dari dua indikator subjective well-being komponen kognitif dan komponen afektif yaitu pria dewasa madya lajang yang puas dengan pekerjaan, punya kesehatan mental yang baik, dan hubungan sosial yang positif, cenderung merasa lebih bahagia. Sementara itu, pria dewasa madya lajang yang mengalami masalah dalam karier, keuangan, atau merasa kesepian, cenderung kurang bahagia. Perasaan positif seperti rasa syukur dan optimisme membantu meningkatkan kesejahteraan, sedangkan perasaan negatif seperti cemas dan sedih justru menguranginya. subjective well-being pria dewasa madya lajang sangat tergantung pada bagaimana mereka menilai hidup dan mengelola emosinya.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Subjective Well-Being, Pria Dewasa Madya, Lajang
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BF Psychology > BF511 Afeksi, Perasaan, Emosi
B Filosofi. Psikologi. Agama > BF Psychology > BF637.S4 Aktualisasi Diri, Pengembangan Diri
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 18 Feb 2026 04:15
Last Modified: 18 Feb 2026 04:15
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1631

Actions (login required)

View Item View Item