Studi Hadis Kewajiban Menerima Tamu di Malam Hari

Rohani, 4221005 (2025) Studi Hadis Kewajiban Menerima Tamu di Malam Hari. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Rohani 4221005 abstrak.pdf

Download (585kB)
[img] Text
Rohani 4221005 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (5MB) | Request a copy
[img] Text
Rohani 4221005 cover.pdf

Download (210kB)

Abstract

Agama Islam mengatur seluruh aspek dalam kehidupan manusia, menempatkan perhatian yang sangat penting pada nilai-nilai etika dalam interaksi sosial, salah satunya adalah adab dalam menerima dan memuliakan tamu. Dalam berbagai riwayat hadis, terdapat ajaran yang menekankan kewajiban berbuat baik kepada tamu sebagai bentuk implementasi dari nilai-nilai ukhuwah Islamiyah dan akhlak mulia. Salah satu bentuk penghormatan tersebut adalah menerima tamu kapan pun ia datang, termasuk pada malam hari. Namun, perintah menerima tamu di malam hari dalam konteks masyarakat modern menimbulkan pertanyaan, terutama ketika aktivitas tersebut dianggap memberatkan atau mengganggu hak istirahat tuan rumah. Dengan demikian, penting untuk melakukan penelitian yang lebih teliti mengenai hadis-hadis yang mengatur kewajiban menerima tamu pada malam hari, baik dari segi kualitas hadis maupun konteks pemahamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab permasalahan terkait bagaimana kualitas hadis yang menjelaskan kewajiban menerima tamu di malam hari serta bagaimana pemahaman hadis tersebut ditinjau dari pendekatan tekstual dan kontekstual. Dalam mencapai tujuan tersebut, penulis menggunakan metode takhrij hadis dengan cara mengumpulkan data hadis, untuk mengetahui pemahaman yang berkaitan dengan hadis kewajiban menerima tamu di malam hari. Penulis menggunakan metode tahlili yang menjelaskan segala hal yang terkait dengan hadis, kemudian menerapkan pendekatan tekstual dan kontekstual. Berdasarkan penelitian terhadap hadis ditemukan bahwa hadis berkualitas shahih pada beberapa jalur sanad dan terdapat satu jalur sanad dhoif bahkan bisa dikategorikan maudhu. Sedangkan dari segi pemahaman hadis menunjukkan bahwa kewajiban menerima tamu di malam hari sangat terkait dengan kondisi historis atau konteks historis masyarakat dimana aktifitas berkunjung membutuhkan waktu yang tidak singkat ditambah jauhnya perjalanan membuat kondisi tamu menempuh perjalanan yang jauh sehingga membutuhkan tempat untuk beristirahat dan berkemungkinan sampai di tempat tujuan pada malam hari. Kondisi ini tentunya membutuhkan penerimaan khusus dari tuan rumah sehingga nabi menjadikan wajib menerima tamu kapanpun ia sampai, walaupun di malam hari. Secara sosiologis tamu yang dimaksud adalah tamu yang datang dari perjalanan jauh atau musafir. Sementara secara kontekstualisasi dari hadis tersebut adalah kewajiban menerima tamu di malam hari berlaku untuk tamu yang datang dari perjalanan jauh dan tidak memiliki tempat yang aman untuk menginap. Jadi menerima tamu di malam hari menjadi wajib ketika kondisi tamu membutuhkan tempat beristirahat.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Tamu, Menerima Tamu, Hadis
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP135 Literatur Hadis, Tradisi, Sunnah
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Ilmu Hadist
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 03 Mar 2026 02:36
Last Modified: 03 Mar 2026 02:36
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1703

Actions (login required)

View Item View Item