Novi Anggraini, 3722166 (2026) Analisis Manajemen Persediaan Bahan Baku Telur Itik dalam Proses Produksi Telur Asin Rumahan di Kampung Pauh Kecamatan V Koto Kampung Dalam Kabupaten Padang Pariaman. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Novi Anggraini 3722166 cover.pdf Download (169kB) |
|
|
Text
Novi Anggraini 3722166 abstrak.pdf Download (252kB) |
|
|
Text
Novi Anggraini 3722166 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem manajemen persediaan bahan baku telur itik pada usaha telur asin rumahan, dengan fokus pada penerapan konsep Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock, dan Reorder Point (ROP) dalam meningkatkan efisiensi serta mengurangi risiko kekurangan bahan baku. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Data yang dianalisis berupa jumlah persediaan awal, jumlah permintaan, serta selisih kekurangan bahan baku selama enam bulan terakhir tahun 2025. Analisis dilakukan menggunakan perhitungan EOQ, Safety Stock, dan ROP untuk mengetahui jumlah pemesanan optimal dan titik pemesanan kembali yang tepat. Hasil penelitian berdasarkan fungsi manajemen menunjukkan bahwa pada fungsi pengadaan, pembelian telur itik dilakukan 2–3 kali per minggu dari peternak lokal dengan sistem pembayaran tunai. Pelaksanaan pengadaan masih didasarkan pada pengalaman dan perkiraan permintaan. Berdasarkan analisis EOQ dengan total kebutuhan tahunan 55.896 butir, biaya pemesanan Rp50.000, dan biaya penyimpanan Rp200 per butir per tahun, diperoleh jumlah pemesanan optimal sebesar 5.287 butir setiap kali pesan untuk meminimalkan biaya total persediaan. Pada fungsi penyimpanan, bahan baku telur itik disimpan dalam kondisi sederhana tanpa sistem pencatatan berbasis teknologi, sehingga masih berpotensi terjadi ketidaksesuaian antara stok fisik dan pencatatan. Dalam fungsi pengendalian, usaha belum sepenuhnya menerapkan sistem Safety Stock dan Reorder Point secara terstruktur, terbukti dari adanya selisih negatif antara persediaan awal dan permintaan selama enam bulan berturut-turut dengan persentase kekurangan berkisar antara -2,15% hingga -3,45%. Sedangkan pada fungsi evaluasi, pemilik usaha melakukan evaluasi secara sederhana berdasarkan pengalaman dan perkiraan permintaan, namun belum menggunakan analisis kuantitatif sebagai dasar pengambilan keputusan. Berdasarkan hasil penelitian, disimpulkan bahwa manajemen persediaan bahan baku masih perlu ditingkatkan melalui penerapan metode EOQ, ROQ, Safety Stock, dan ROP secara konsisten agar proses produksi berjalan lebih efisien, risiko kekurangan bahan baku dapat diminimalkan, serta permintaan konsumen dapat terpenuhi secara optimal. Secara keseluruhan, manajemen persediaan bahan baku telur itik pada usaha telur asin rumahan di Kampung Pauh masih bersifat tradisional, namun berpotensi ditingkatkan melalui penerapan metode manajemen persediaan yang sistematis. Penerapan EOQ, Safety Stock, dan ROP secara konsisten diharapkan mampu meningkatkan stabilitas produksi, efisiensi operasional, serta keberlanjutan usaha dalam perspektif manajemen bisnis syariah yang menekankan prinsip perencanaan, tanggung jawab, dan efisiensi sumber daya.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Manajemen Persediaan, EOQ, ROQ, Safety Stock, Reorder Point, Usaha Telur Asin Rumahan |
| Subjects: | H Ilmu Sosial > HD Industri. Pemanfaatan lahan. Tenaga kerja > HD28 Management. Industrial Management S Pertanian > SF Animal culture |
| Divisions: | Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Manajemen Bisnis Syariah |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 30 Mar 2026 04:01 |
| Last Modified: | 30 Mar 2026 04:01 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1851 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

