Tradisi Adat Manjapuik Sumando Setelah Kematian Istri Tinjauan Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Nagari Koto Gadang Kecamatan Baso Kabupaten Agam)

Trisgia, 1122161 (2026) Tradisi Adat Manjapuik Sumando Setelah Kematian Istri Tinjauan Maslahah Mursalah (Studi Kasus di Nagari Koto Gadang Kecamatan Baso Kabupaten Agam). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Trisgia 1122161 cover.pdf

Download (86kB)
[img] Text
Trisgia 1122161 abstrak.pdf

Download (106kB)
[img] Text
Trisgia 1122161 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penulisan skripsi ini dilatarbelakangi oleh adanya perbedaan pandangan masyarakat terhadap “Tradisi Manjapuik Sumando setelah Kematian Istri di Nagari Koto Gadang”. Sebagian masyarakat menganggap tradisi tersebut sebagai adat yang harus dipertahankan, sementara sebagian lainnya mempersoalkannya karena tidak memiliki dasar nash yang eksplisit dalam Al-Qur’an dan Hadis. Permasalahan dalam penelitian ini difokuskan pada bagaimana pelaksanaan tradisi manjapuik sumando setelah kematian istri, bagaimana pandangan masyarakat terhadap tradisi tersebut, serta bagaimana tinjauannya menurut perspektif maslahah mursalah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif normatif. Sumber data primer diperoleh melalui wawancara dengan Ketua Kerapatan Adat Nagari (KAN), niniak mamak, dan tokoh masyarakat di Nagari Koto Gadang. Adapun data sekunder diperoleh dari studi kepustakaan berupa Al-Qur’an, Hadis, serta literatur yang relevan dengan objek penelitian. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa tradisi manjapuik sumando setelah kematian istri di Nagari Koto Gadang dilaksanakan pada hari ketiga (manigo hari) atau saat acara mangguluang lapiak, di mana pihak keluarga suami menjemput sumando untuk kembali ke rumah keluarganya dengan membawa perlengkapan adat tertentu. Tradisi ini dipahami oleh masyarakat sebagai bentuk pemulihan status sosial seorang laki-laki sebagai sumando sekaligus penanda berakhirnya kedudukannya di rumah keluarga istri, serta sebagai sarana menjaga silaturahmi dalam sistem kekerabatan matrilineal. Ditinjau dari perspektif maslahah mursalah, tradisi ini mengandung nilai kemaslahatan karena memberikan manfaat sosial yang bersifat umum, tidak hanya bagi individu tetapi juga bagi keluarga besar dan masyarakat sekitar. Selama pelaksanaannya tidak disertai keyakinan yang bertentangan dengan akidah Islam.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Tradisi, Maslahah Mursalah
Subjects: G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 28 Apr 2026 02:36
Last Modified: 28 Apr 2026 02:36
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/1990

Actions (login required)

View Item View Item