Nicky Zonya, 1222043 (2026) Tinjauan Hukum Islam terhadap Digitalisasi Zakat di BAZNAS Kota Bukittinggi. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Nicky Zonya 1222043 cover.pdf Download (37kB) |
|
|
Text
Nicky Zonya 1222043 abstrak.pdf Download (144kB) |
|
|
Text
Nicky Zonya 1222043 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Skripsi ini ditulis karena adanya pelaksanaan digitalisasi zakat yang tidak melibatkan akad ijab dan qabul yang jelas antara muzakki dengan amil, selain itu, pembayaran melalui sistem digital yang melibatkan pihak ketiga sehingga dapat menimbulkan keterlambatan dalam penyaluran zakat, serta adanya biaya adminitrasi (ADM) akibat keterlibatan pihak ketiga. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan mengenai kejelasan akad, tidak terpenuhinya kebutuhan penyaluran zakat serta biaya adminitrasi (ADM) yang ditimbulkan dalam pelaksanaan digitalisasi zakat, dan bagaimana pelaksanaan digitalisasi zakat di BAZNAS Kota Bukittinggi ditinjau dari Hukum Islam. Penelitian ini menggunakan metode lapangan (Field Research) dengan pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif, Teknik pengumpulan data melalui wawancara langsung dilapangan dan observasi. Informan terdiri dari Komisioner dan pengawai BAZNAS Kota Bukittinggi. Berdasarkan hasil penelitian, pertama bentuk-bentuk pelaksanaan digitalisasi zakat di BAZNAS Kota Bukittinggi, yaitu proses administrasi yang dilakukan secara digital melalui aplikasi SIMBA (Sistem Informasi Manajemen BAZNAS), pengumpulan dana zakat melalui website, M-Banking, Qris dan media sosial. Sedangkan dalam pendistribusian zakat BAZNAS Kota Bukittinggi merealisasikan dalam dua bentuk, yaitu pendistribusian yang dilakukan secara offline dan online, namun pendistribusian yang dilakukan secara online kurang efektif untuk dilakukan karena ada sebagian masyarakat yang minim dalam literasi digital. Kedua, Ditinjau dari prespektif Hukum Islam, pelaksanaan digitalisasi zakat di BAZNAS Kota Bukittinggi telah sesuai dengan ketentuan syariat Islam. Pembayaran zakat yang dilaksanakan secara online hukumnya tetap sah selama niat muzakki ada saat menunaikan zakat. Oleh sebab itu, ada atau tidak adanya ijab dan qabul antara muzakki dengan amil, maka hukum zakat tersebut tetap sah selama muzakki memasangkan niat untuk berzakat. Pengumpulan zakat yang dilaksanakan melalui lembaga perbankan konvensional diperbolehkan selama ada hajat dan maslahat sehingga dapat mewujudkan kemaslahatan bagi umat, sedangkan biaya administrasi yang dibayarkan melalui dana non halal diperbolehkan selama dimanfaatkan untuk kepentingan umum bukan digunakan untuk ibadah, sementara biaya administrasi yang dibayarkan melalui hak amil, maka hukumnya diperbolehkan selama tidak melebihi batas bagian amil dan tidak mengurangi hak mustahik yang lain.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Tinjauan, Hukum Islam, Digitalisasi Zakat |
| Subjects: | K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP639 Muamalah B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP180 Zakat |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 01:21 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 01:21 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2019 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

