Makna Filosofi Simbolik Tradisi Patuaekkon Pada Mayarakat Muslim Batak Mandailing Di Kampung Harapan Jorong Purbanauli Nagari Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman Sumatera Barat

Fitri Mawaddah, 4517009 (2021) Makna Filosofi Simbolik Tradisi Patuaekkon Pada Mayarakat Muslim Batak Mandailing Di Kampung Harapan Jorong Purbanauli Nagari Tanjung Betung Kecamatan Rao Selatan Kabupaten Pasaman Sumatera Barat. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
cover skripsi-fitri-mawaddah.pdf

Download (34kB)
[img] Text
abstrak skripsi-fitri-mawaddah.pdf

Download (256kB)
[img] Text
41e91-skripsi-fitri-mawaddah.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berangkat dari kehidupan masyarakat Batak Mandailing di Kampung Harapan pada saat ini merupakan masyarakat yang plural masih menjunjung tinggi adat istiadat seperti tradisi patuaekkon. Meskipun tradisi tersebut masih dilaksanakan, tetapi kebanyakan si pelaku sendiri tidak begitu paham dengan makna dari pelaksanaan kegiatan yang dilakukan. Padahal seharusnya pelaksanaan tradisi adat tradisionl dilaksanakan dengan penuh kesadaran, pemahaman dan penghayatan yang tinggi. Maka untuk itu perlu dilakukan suatu upaya yang menjelaskan makna filosofi secara simbolik dari tradisi patuaekkon tersebut. Penelitan ini merupakan penelitian kualitatif secara riset kelapangan (Field Reasearch) dengan pendekatan kualitatif deskriptif menggunakan teori semiotika kultur yang bersifat trikotomik.. Fokus penelitian ini adalah tradisi patuaekkon pada masyarakat Mandailing di Kampung Harapan. Sumber primer penelitian ini adalah data-data wawancara, observasi dan dokumentasi yang diperoleh di Kampung Harapan. Adapun sumber sekundernya ialah data-data pendukung dari referensi terkait. Hasil penelitian ini yaitu bahwa setiap simbol yang digunakan dalam pelaksanaan tradisi patuaekkon memiliki makna filosofi yakni Air melambangkan kesucian, jeruk purut melambangkan kebersihan, daun silunjuang melambangkan penyusaian diri, pelepah batang pisang dan daun cocor bebek melambangkan kedamaian dan ketentraman, nacar melambangkan proses perjalanan hidup, kaca mata melambangkan fokus dan konsisten, ulos sebagai makna restu dan kasih sayang, lagu onang-onang sebagai ungkapan kegembiraan, pujian, harapan, nasehat, dan do’a, poda memiliki makna sebagai nasehat dalam berkehidupan sosial, cara-cara mencari penghidupan yang baik dan benar, dan kebiasaan yang dilakukan dalam kehidupan.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Subjects: B Filosofi. Psikologi. Agama > B Philosophy (General)
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc
D Sejarah Umum dan Dunia Lama > DS Asia
G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Bimbingan dan Konseling
Depositing User: Mrs Kurnia
Date Deposited: 30 Apr 2026 02:52
Last Modified: 30 Apr 2026 02:52
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2026

Actions (login required)

View Item View Item