Cindy Septa Armellia, 4517003 (2021) Konsep Taubat Menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani dalam Buku Al-Ghunyah (Li Thalibi Thariq Al-Haq). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
cover skripsi-cindy-septa-armelia-lengkap.pdf Download (95kB) |
|
|
Text
abstrak skripsi-cindy-septa-armelia-lengkap.pdf Download (229kB) |
|
|
Text
3dace-skripsi-cindy-septa-armelia-lengkap.pdf Restricted to Repository staff only Download (812kB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang konsep taubat menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Yang menjadi masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana konsep taubat menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani. Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (Library Research), dengan menggunakan metode studi pemikiran tokoh. Sumber penelitian ini adalah sumber primer berupa karya-karya Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani tentang konsep taubat. Sumber sekunder dari penelitian ini yaitu tulisan-tulisan orang lain tentang Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani atau referensi-referensi yang berkaitan dengan penelitian ini. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu : pertama mengumpulkan karya-karya yang berkaitan dengan konsep taubat yang relevan. Kedua, menentukan sumber pokok dan sumber pendukung yang berkaitan dengan konsep taubat. Ketiga, melakukan telaah atau analisis terhadap pemikiran Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani serta sumber-sumber pendukung lainnya. Adapun teknis analisis data yang digunakan yaitu deskripsi analitik, interpretasi data, pendekatan historis dan pendekatan filosofis. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep taubat menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani adalah menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani taubat adalah penyesalan dan keikhlasan. Dan ia berpendapat bahwa taubat menurutnya bukanlah taubat yang seperti orang-orang pada umumnya.Tidak hanya kembali dari segala yang dicela,taubat disini seperti taubat para sufi yang merupakan taubat dari kelalaian, yaitu lalai dalam mengingat Allah SWT. Kesempurnaan taubat menurut Al-jailani yaitu taubat terhadap kesadaran keberadaan dirinya dan kesadaran akan taubatnya sendiri. Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani mengklasifikasi taubat menjadi dua yaitu, taubat lahir dan taubat batin. Taubat nasuha menurut Syaikh Abdul Qadir Al-jailani adalah taubat yang murni dan bersih dari kotoran, dan tidak bergantung pada sesuatu. Maksudnya dengan taubat nasuha seorang hamba akan berjalan lurus diatas kepatuhan tanpa sedikitpun cenderung kepada kemaksiatan. Bagi Al-jailani tidak seorangpun yang boleh meninggalkan taubat karena setiap orang pasti pernah jatuh dalam perbuatan maksiat. Tingkatan taubat menurut Syaikh Abdul Qadir Al-Jailani ini tidak seperti taubat orang awam, tetapi taubatnya yaitu taubat orang khawasil khawas yaitu bertaubat dari kecenderungan hati kepada selain Allah SWT. maksudnya yaitu tidak mengingat selain Allah SWT
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Subjects: | B Filosofi. Psikologi. Agama > B Philosophy (General) B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP166 Teologi (Ilmu Kalam) B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam |
| Divisions: | Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Akidah dan Filsafat Islam |
| Depositing User: | Mrs Kurnia |
| Date Deposited: | 30 Apr 2026 02:52 |
| Last Modified: | 30 Apr 2026 02:52 |
| URI: | http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2029 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

