Rehabilitasi Anak dalam Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Lapas Anak Payakumbuh dalam Perspektif Hukum Pidana Islam

Bintang Putra Awarman, 1421061 (2025) Rehabilitasi Anak dalam Kasus Penyalahgunaan Narkoba di Lapas Anak Payakumbuh dalam Perspektif Hukum Pidana Islam. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Bintang Putra Awarman 1421061 cover.pdf

Download (177kB)
[img] Text
Bintang Putra Awarman 1421061 abstrak.pdf

Download (201kB)
[img] Text
Bintang Putra Awarman 1421061 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Skripsi ini dilatarbelakangi oleh maraknya penyalahgunaan narkoba di kalangan anak yang mengancam masa depan generasi muda, termasuk di wilayah Sumatera Barat. Di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Payakumbuh, terdapat program rehabilitasi yang dirancang untuk memulihkan anak penyalahguna narkoba melalui pembinaan mental, fisik, sosial, serta keagamaan. Pada tahun 2019 penggunaan narkoba sebanyak 25 orang laki-laki, dan 2 orang perempuan, sedangkan pada tahun 2020 32 orang laki-laki, dan 3 orang perempuan. Dalam undang-undang no 35 tahun 2009 tentang narkotika Pasal 127 mengatur tentang penyalahgunaan narkotika bagi pengguna, termasuk anak-anak. Pada umumnya sanksi yang diberikan kepada anak-anak adalah rehabilitasi. Penulis berupaya mengkaji bagaimana pelaksanaan program rehabilitasi tersebut, faktor yang melatarbelakanginya, dan bagaimana tinjauannya dalam perspektif hukum pidana Islam. Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah yang akan disajikan yaitu apasaja program rehabilitasi terhadap anak dalam kasus penyalahgunaannarkotika di lapas anak paykumbuh, bagimana rehabilitasi terhadap anak dalam kasus penyalahgunaan narkoba, bagaimana sanksi pidana penyalahgunaan narkoba bagi anak menurut prespektif hukum pidana islam. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian Normatif dengan pendekatan deskriptif yaitu metode penelitian yang bertujuan untuk menggambarkan atau menjelaskan suatu fenomena, situasi, atau karakteristik suatu populasi tanpa mencoba untuk mencari hubungan sebab-akibat atau melakukan manipulasi variabel. Pendekatan ini fokus pada penggambaran apa adanya suatu peristiwa atau fenomena, memberikan informasi detail tentang objek penelitian, dan seringkali digunakan sebagai dasar untuk penelitian lebih lanjut. Data primer diperoleh dari undang-undang, al-Quran, dan hadis, sedangkan data sekunder berasal dari literatur, dan sumber tertulis lainnya yang berhubungan dengan masalah yang dibahas. Teknik analisis data menggunakan pendekatan induktif, deskriptif, dan komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rehabilitasi anak di LPKA Payakumbuh mencakup pendidikan formal dan nonformal, pelatihan keterampilan, pembinaan spiritual, serta konseling psikologis dengan dukungan keluarga dan masyarakat. Dalam perspektif hukum pidana Islam, anak yang belum baligh tidak dikenai hukuman hudud atau qisas, melainkan sanksi ta‘zīr yang bersifat edukatif dan memperbaiki akhlak. Jadi program rehabilitasi bagi anak penyalahguna narkoba dalam prespektif hukum pidana islam masuk pada kategori ta’zir. Pendekatan rehabilitatif ini sejalan dengan prinsip tarbiyah dalam Islam yang menekankan pembinaan moral dan perlindungan anak.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Rehabilitasi Anak, Kasus Penyalahgunaan Narkoba, Lapas Anak, Perspektif Hukum Pidana Islam
Subjects: H Ilmu Sosial > HQ The family. Marriage. Woman > HQ793 Pemuda, Remaja
L Pendidikan > LC Aspek khusus pendidikan > LC251 Pendidikan karakter
K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP1-4860 Hukum Islam. Syariah. Fiqih
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Pidana Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 04 May 2026 01:51
Last Modified: 04 May 2026 01:51
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2032

Actions (login required)

View Item View Item