Moderasi Islam Inklusif: Studi Teologi Pemikiran Husein Ja'far dalam Program Log In di Kanal YouTube

M. Yusuf, 4522006 (2026) Moderasi Islam Inklusif: Studi Teologi Pemikiran Husein Ja'far dalam Program Log In di Kanal YouTube. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
M. Yusuf 4522006 cover.pdf

Download (194kB)
[img] Text
M. Yusuf 4522006 abstrak.pdf

Download (185kB)
[img] Text
M. Yusuf 4522006 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini berangkat dari realitas keberagamaan masyarakat Indonesia yang plural, namun masih diwarnai kecenderungan eksklusif dan intoleran. Fenomena tersebut menunjukkan bahwa persoalan keberagamaan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga berakar pada cara teologis dalam memahami iman dan kebenaran. Di era digital, ekspresi keimanan semakin terbuka melalui media sosial seperti YouTube. Dalam konteks tersebut, pemikiran Husein Ja’far dipandang relevan karena menawarkan Islam yang moderat dan inklusif sebagai konsekuensi dari tauhid dan prinsip rahmatan lil ‘alamin. Moderasi bukan dipahami sebagai strategi sosial pragmatis, melainkan sebagai ekspresi iman yang menyadari bahwa kebenaran mutlak berada pada Tuhan, sementara manusia terbatas dalam memahaminya. Penelitian ini memfokuskan kajian pada tiga aspek utama: kerangka teologis pemikiran Husein Ja’far, konsep moderasi Islam inklusif dalam perspektif teologi Islam, serta aktualisasinya dalam program Log In. Penelitian ini merupakan studi kualitatif berbasis kepustakaan dengan analisis sumber audio-visual. Pendekatan yang digunakan adalah teologis-filosofis melalui metode analisis teks dan analisis wacana. Sumber primer meliputi episode terpilih Log In Season 1 dan 2 di Kanal YouTube Deddy Corbuzier serta karya-karya Husein Ja’far, dengan dukungan literatur teologi dan filsafat agama sebagai sumber sekunder. Hasil penelitian menunjukkan bahwa moderasi Islam inklusif dalam pemikiran Husein Ja’far merupakan konstruksi teologis yang berakar kuat pada pemahaman tauhid yang reflektif dan tidak defensif. Tauhid dipahami bukan sekadar pengakuan doktrinal atas keesaan Tuhan, tetapi sebagai kesadaran metafisis bahwa hanya Tuhan yang absolut, sementara pemahaman manusia selalu bersifat terbatas, historis, dan kontekstual. Dari kesadaran inilah lahir sikap kerendahan hati teologis yang menolak klaim kebenaran secara agresif. Penelitian ini menemukan bahwa moderasi dalam pemikiran Husein Ja’far bekerja pada tiga level sekaligus. Pertama, pada level teologis, moderasi merupakan konsekuensi langsung dari iman yang matang, yakni iman yang tidak merasa terancam oleh perbedaan karena berakar pada relasi personal antara manusia dan Tuhan. Kedua, pada level epistemologis, moderasi lahir dari integrasi iman dan akal; keberagamaan tidak dijalani secara “ikut-ikutan”, tetapi melalui refleksi rasional yang bertanggung jawab. Ketiga, pada level etis sosial, moderasi diwujudkan dalam sikap dialogis, pengakuan terhadap martabat manusia, serta keterbukaan terhadap titik temu kemanusiaan lintas agama tanpa harus mencairkan akidah. Lebih lanjut, penelitian ini juga menunjukkan bahwa representasi moderasi Islam inklusif dalam program Log In tidak hadir dalam bentuk ceramah normatif, melainkan melalui dialog lintas iman yang menempatkan Islam sebagai kekuatan etis di ruang publik digital.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Moderasi Islam Inklusif, Teologis Pemikiran Husein Ja’far, Program Log In Kanal YouTube
Subjects: P Bahasa dan Sastra > PN Literature (General) > PN1990 Broadcasting
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP166 Teologi (Ilmu Kalam)
B Filosofi. Psikologi. Agama > BP Islam. Bahaism. Theosophy, etc > BP1-253 Islam
Divisions: Fakultas Ushuludin Adab dan Dakwah > Akidah dan Filsafat Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 07 May 2026 01:09
Last Modified: 07 May 2026 01:09
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2063

Actions (login required)

View Item View Item