Adat Membangka Anak Setelah Khitan di Desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Perspektif 'Urf

Davin Alfaroqi, 1121044 (2026) Adat Membangka Anak Setelah Khitan di Desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu Perspektif 'Urf. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Davin Alfaroqi 1121044 cover.pdf

Download (204kB)
[img] Text
Davin Alfaroqi 1121044 abstrak.pdf

Download (232kB)
[img] Text
Davin Alfaroqi 1121044 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (3MB) | Request a copy

Abstract

Skripsi ini ditulis karena di Desa Pendalian terdapat suatu tradisi adat yang telah berlangsung turun-temurun, yaitu tradisi membangka anak setelah khitan. Tradisi ini bertujuan untuk memohon keberkahan keselamatan dengan menghidangkan makanan kepada si anak, permasalahan dari penelitian ini adalah bagaimana pelaksanaan adat membangka anak setelah khitan di Desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto, dan bagaiamana perspektif ’urf tentang adat membangka anak ini. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan informan utama terdiri dari niniak mamak Desa Pendalian, pemuka agama, ketua LAM, kepala desa dan masyarakat setempat di Desa Pendalian. Penelitian ini berlokasi di daerah Desa Pendalian Kecamatan Pendalian IV Koto Kabupaten Rokan Hulu. Penulis juga menggunakan sumber-sumber tertulis seperti buku dan jurnal yang relevan dengan pembahasan tentang ‘urf dan tradisi khitan. Analisis data dilakukan dengan kualitatif deskriptif. Berdasarkan hasil penelitian yang ditemukan di lapangan dapat disimpulkan bahwa : (1) proses pelaksanaan tradisi membangka anak setelah khitan ini diawali dengan penyembelihan ayam yang dilakukan oleh bono kampuong ayam tersebut dipanggang untuk digunakan nantinya sebagai bahan membangka, selanjutnya prosesi membangka yang dilakukan oleh bono kampuong dengan menyiapkan bahan berupa ayam panggang, nasi ketan kuning dan darah ayam dari ayam yang disembelih, selanjutnya dalam prosesi membangka bono kampuong itu mengangkat ayam panggang dan nasi ketan kuning ke atas kepala si anak lalu di samping bahu kanan, kiri dan di depan dadanya dalam proses itu diselingi dengan bacaan serta nasehat oleh bono kampuong dan juga bacaan surat-surat dalam Al-Qur’an dan Shalawat atas Nabi SAW, terakhir darah ayam itu dioles di kening si anak menandakan prosesi membangka telah selesai (2) Dalam perspektif ’urf, tradisi membangka anak setelah khitan dikategorikan sebagai ‘urf fasid karena melanggar syariat, baik bacaan-bacaannya, maupun bahan-bahan yang digunakan, walaupun secara kebermanfaatan tradisi ini masih banyak mengandung kemaslahatan sedangkan dari segi cakupannya,’urf ini dikategorikan sebagai ’urf khas karena hanya dilaksanakan di Desa Pendalian.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Adat, Membangka, ‘Urf
Subjects: G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 02 Jun 2026 01:14
Last Modified: 02 Jun 2026 01:14
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2181

Actions (login required)

View Item View Item