Vito Alim Maulana, 1122033 (2026) Kewajiban Pelaksanaan Walimatul 'Ursy Sebelum Tinggal Serumah di Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Perspektif Maslahah. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Vito Alim Maulana 1122033 cover.pdf Download (159kB) |
|
|
Text
Vito Alim Maulana 1122033 abstrak.pdf Download (205kB) |
|
|
Text
Vito Alim Maulana 1122033 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (3MB) | Request a copy |
Abstract
Tradisi pelaksanaan walimatul ‘ursy sebelum tinggal serumah merupakan praktik adat yang masih dijalankan oleh masyarakat Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya. Dalam praktiknya, pasangan suami istri belum diperkenankan tinggal bersama sebelum walimah diselenggarakan, meskipun akad nikah telah dilaksanakan. Tradisi ini tidak hanya dipahami sebagai perayaan perkawinan, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan sosial terhadap pernikahan yang telah terjadi. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pelaksanaan walimatul ‘ursy sebelum tinggal serumah di Nagari Abai Siat Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya. (2) Bagaimana pandangan tokoh adat dan ninik mamak terhadap kewajiban pelaksanaan walimatul ‘ursy dalam tradisi tersebut. (3) Bagaimana kewajiban pelaksanaan walimatul ‘ursy dalam tradisi masyarakat Abai Siat ditinjau dari perspektif maslahah. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan walimatul ‘ursy sebelum tinggal serumah, mengtahui pandangan tokoh adat dan niniak mamak terhadap kewajiban pelaksanaan walimah, serta menganalisis tradisi tersebut dalam perspektif maslahah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari tokoh adat, niniak mamak, perangkat nagari dan masyarakat setempat. Data dianalisis secara deskriptif untuk memahami fenomena sosial yang berkembang dalam masyarakat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, pelaksanaan walīmatul ‘ursy sebelum pasangan suami istri tinggal serumah di Nagari Abai Siat merupakan kewajiban adat sebagai pengesahan sosial setelah akad nikah, dengan rangkaian tahapan pertemuan orang tua, duduak niniak mamak, batando, ngombang tando, akad nikah, masa persiapan, ba’arak, walimah, timbang tarimo, dan mendo’a, setelah itu pasangan baru diperkenankan tinggal serumah. Kedua, tokoh adat dan niniak mamak memandang walimah sebagai kewajiban adat yang penting untuk menjaga keteraturan masyarakat, mencegah prasangka, dan melindungi kehormatan keluarga, serta mayoritas masyarakat menerimanya sebagai aturan yang membawa kemanfaatan sosial meskipun sebagian kecil menilai berpotensi memberatkan, sementara tanggung jawab nafkah tetap berjalan. Ketiga, dari perspektif maslahah, tradisi ini mengandung kemaslahatan sosial, namun perlu dipahami secara proporsional karena walimah dalam Islam bersifat anjuran, sehingga pelaksanaannya hendaknya tidak menimbulkan kesulitan atau kemudaratan bagi pasangan yang menjalankannya.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Walimatul 'Ursy, Tradisi Adat, Tinggal Serumah, Maslahah, Masyarakat |
| Subjects: | G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 16 Jul 2026 04:39 |
| Last Modified: | 16 Jul 2026 04:39 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2475 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

