Analisis Penerapan Manajemen Risiko pada Usaha Tahu Berdasarkan Perspektif Manajemen Produksi Syariah (Studi Kasus Usaha Tahu Lek Nok di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung)

Sukma Andini, 3722185 (2026) Analisis Penerapan Manajemen Risiko pada Usaha Tahu Berdasarkan Perspektif Manajemen Produksi Syariah (Studi Kasus Usaha Tahu Lek Nok di Kecamatan Kamang Baru, Kabupaten Sijunjung). Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Sukma Andini 3722185 cover.pdf

Download (237kB)
[img] Text
Sukma Andini 3722185 abstrak.pdf

Download (263kB)
[img] Text
Sukma Andini 3722185 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen risiko padaUsahaTahuLekNok di KecamatanKamang Baru, KabupatenSijunjung, serta mengkaji strategi pengelolaan risiko berdasarkan perspektif manajemen produksi syariah dengan mengacu pada standar International Organization for Standardization ISO 31000:2018. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada adanyapenurunan omzet yang signifikan akibat kenaikan hargabahan baku kedelai, munculnya pesaing baru, penurunan jumlah produksi, serta belum optimalnya pengendalian risiko dalam proses produksi dan pemasaran. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pemilik usaha, karyawan, dan konsumen. Sedangkan untuk teknik Analisis Datanya menggunakan Reduksi Data (Data Reduction), Penyajian Data (Data Display) dan Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan manajemen risiko pada Usaha Tahu Lek Nok belum dilakukan secara sistematis dan masih bersifat reaktif. Identifikasi risiko dilakukan setelah risiko terjadi, penilaian risiko hanya berdasarkan pengalaman pemilik tanpa pencatatan tertulis, serta pengendalian risiko dilakukan secara sederhana melalui pemilahan bahan baku, perbaikan mesin saat rusak, dan penyesuaian jumlah produksi. Faktor penghambat penerapan manajemen risiko meliputi keterbatasan modal, kurangnya pengetahuan tentang manajemen risiko, minimnya pencatatan usaha, serta keterbatasan tenaga kerja dan peralatan produksi. Berdasarkan perspektif manajemen produksi syariah, strategi pengelolaan risiko seharusnya dilakukan secara terencana dengan menekankan prinsip amanah, itqan (profesionalisme), efisiensi, dan muhasabah (evaluasi). Penerapan manajemen risiko yang terstruktur dan berkelanjutan diharapkan dapat meningkatkan stabilitas usaha, menjaga kualitas produk, serta mendukung keberlangsungan usaha secara lebih optimal dan sesuai dengan nilai-nilai syariah.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Penerapan, Manajemen Risiko, Manajemen Produksi Syariah, Usaha Tahu
Subjects: H Ilmu Sosial > HD Industri. Pemanfaatan lahan. Tenaga kerja > HD61 Risk Management
Divisions: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam > Manajemen Bisnis Syariah
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 27 Jul 2026 03:45
Last Modified: 27 Jul 2026 03:45
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2558

Actions (login required)

View Item View Item