Tradisi Penggunaan Kain Kafan dan Air Asam Saat Penyembelihan Hewan Kurban di Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman Perspektif 'Urf

Gina Raudhatul Jannah, 1121052 (2025) Tradisi Penggunaan Kain Kafan dan Air Asam Saat Penyembelihan Hewan Kurban di Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman Perspektif 'Urf. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Gina Raudhatul Jannah 1121052 cover.pdf

Download (30kB)
[img] Text
Gina Raudhatul Jannah 1121052 abstrak.pdf

Download (80kB)
[img] Text
Gina Raudhatul Jannah 1121052 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (1MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan adanya kebiasaan masyarakat Nagari Panti Selatan yaitu tradisi penggunaan kain kafan dan air asam saat penyembelihan hewan kurban. Dimana tradisi ini menunjukkan perbedaan dengan tatacara penyembelihan hewan kurban di dalam islam. Adapun tujuan penelitian ini ingin mendeskripsikan bagaimana proses pelaksanaan penyembelihan hewan kurban menggunakan kain kafan dan air asam serta perspektif ‘urf mengenai tradisi ini. Penelitian ini termasuk penelitian lapangan dengan jenis kualitatif dengan sumber data primer yaitu hasil wawancara dengan pihak-pihak tertentu yang menjawab penelitian ini, dan sumber data sekunder dari buku-buku, jurnal, skripsi terkain dengan tema penelitian. Metode pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Dari penelitian yang penulis temukan, dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan kain kafan dan air asam saat penyembelihan hewan kurban yang dilakukan sebelum dilakukannya penyembelihan dengan cara kain kafan di kembangkan untuk memanyungi hewan kurban atau disebut Unduang-Unduang. Kain kafan ini melambangkan kesucian kurban sehingga ibadah kurban tidak didasari oleh orang lain tetapi nyata karena Allah SWT. Dan air asam digunakan dengan cara menyirami ke hewan kurban dari kepala sampai ekor. Dalam air asam tersebut memiliki campuran dari air, irisan asam, dan beras yang sudah di giling halus. Air asam ini diartikan untuk menghilangkan sifat-sifat kebinatangan seperti tamak, keras hati, sombong dalam diri orang yang berkurban. Yang mana di dalam islam tidak ada aturan mengenai hal tersebut. Tradisi Penggunaan kain kafan dan air asam saat penyembelihan hewan kurban di Nagari Panti Selatan Kecamatan Panti Kabupaten Pasaman dikategorikan sebagai ‘urf shahih karena tidak bertentangan dengan syariat islam.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Tradisi, Kain Kafan, Air Asam, Penyembelihan Hewan Kurban, Perspektif 'Urf
Subjects: G Geografi, Antropologi. Rekreasi > GT Manners and customs
K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP524 Hukum Keluarga islam
Divisions: Fakultas Syariah > Hukum Keluarga Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 03 Aug 2026 03:52
Last Modified: 03 Aug 2026 03:52
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2630

Actions (login required)

View Item View Item