Mailiza Fitria, 10121008 (2023) Batas Usia Perkawinan Dalam UU No. 16 Tahun 2019 Perspektif UU No. 36 Tahun 2009 dan Saddu al-Dzari’ah. Magister thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Cover Mailiza_10121008.pdf Download (37kB) |
|
|
Text
Abstrak Mailiza_10121008.pdf Download (133kB) |
|
|
Text
Fulltext Mailiza_10121008.pdf Restricted to Repository staff only Download (1MB) | Request a copy |
Abstract
Putusan Mahkamah Konstitusi No. 22/PUU-XV/20017 merevisi pasal 7 ayat (1) UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan yang nenetapkan usia minimal menikah bagi laki-laki adalah 19 tahun dan perempuan adalah 16 tahun, diubah dengan UU No. 16 Tahun 2019 yang menaikkan batas minimal usia perkawinan dengan menyamakan usia perkawinan laki-laki dan perempuan menjadi 19 tahun, dengan pertimbangan kesehatan dan kesejahteraan . Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan menelaah bagaimana ketentuan batas usia perkawinan yang terdapat dalam UU No. 16 Tahun 2019 menurut perspektif UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan dan berdasarkan salah metode ijtihad hukum Islam yaitu saddu al-dzari’ah. Penelitian ini merupakan penelitian hukum dengan menggunakan metode penelitian pustaka (libray research) dengan teknik analisis deskriptif. Adapun sumber data berasal dari sumber data primer berupa kitab-kitab dan buku-buku ushul fiqh, UU No. 1 Tahun 1094 Tentang Perkawinan, UUNo. 16 Tahun 2019 Tentang Perubahan terhadap UU No. 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, UU No. 36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan, serta sumber data sekunder berupa buku filsafat hukum Islam, jurnal, artikel dan informasi dari berbagai media online. Hasil penelitian ini ada dua temuan yaitu pertama, perubahan batas usia minimal perkawinan bagi perempuan oleh UU No. 16 Tahun 2019 sangat selaras dan sejalan dengan spirit dan cita-cita UU No.36 Tahun 2009 Tentang Kesehatan pasal 71 ayat (1) tentang kesehatan reproduksi yang mencakup kesehatan fisik, mental dan sosial. Kedua bahwa perubahan batas usia tersebut adalah salah satu tindakan saddu al-dzari’ah berupa usaha preventif dan penghalangan terjadinya kerusakan (mafsadat) yang mengakibatkan tidak terwujudnya kebaikan (mashlahat) bagi perempuan dalam tingkatan kebutuhan sekunder ( hajiyah).
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Magister) |
|---|---|
| Keywords: | Saddu al-Dzari’ah, Perkawinan Usia Dini, Kesehatan Reproduksi |
| Subjects: | K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP1-4860 Hukum Islam. Syariah. Fiqih |
| Divisions: | Pascasarjana > Hukum Islam S2 |
| Depositing User: | Mrs Kurnia |
| Date Deposited: | 10 Aug 2026 08:38 |
| Last Modified: | 11 Aug 2026 07:08 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2701 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

