Wel Vida, 1222019 (2026) Perubahan Harga dalam Transaksi Jual Beli Pasir di Lubuk Tarantang Perspektif Fiqih Muamalah. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.
|
Text
Wel Vida 1222019 cover.pdf Download (13kB) |
|
|
Text
Wel Vida 1222019 abstrak.pdf Download (227kB) |
|
|
Text
Wel Vida 1222019 full.pdf Restricted to Repository staff only Download (2MB) | Request a copy |
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktek perubahan harga dalam jual beli pasir di Nagari Lubuk Tarantang serta menganalisisnya berdasarkan perspektif fiqih muamalah. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya perubahan harga yang terjadi setelah kesepakatan awal antara penjual dan pembeli dalam transaksi jual beli pasir. Dalam pelaksanaanya, perubahan harga sering kali dilalakukan setelah pemesanan dilakukan, sehingga menimbulkan permasalahan mengenai kejelasan harga, kerelaan parah pihak,serta keabsaan transaksi ditinjau dari prinsip fiqih muamalah, khususnya yang berkaitan dengan akad jual beli (al-bai’), keadilan, dan larangan gharar dalam transaksi. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber data terdiri dari data primer yang diperoleh dari penjual dan pembeli pasir serta data sekunder yang berasal dari buku, jurnal, dan dokumen yang berkaitan dengan penelitian. Teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertama, praktik jual beli pasir di Nagari Lubuk Tarantang dilakukan melalui tahapan pemesanan, musyawarah dan kesepakatan harga, pemuatan dan pengiriman pasir, serta pembayaran. Pada awal transaksi, harga pasir ditentukan berdasarkan kesepakatan antara penjual dan pembeli dengan mempertimbangkan harga pasar, biaya operasional, biaya transportasi, dan kualitas pasir. Namun, dalam praktiknya ditemukan adanya perubahan harga yang dilakukan secara sepihak oleh pembeli setelah pasir dimuat ke dalam mobil. Perubahan harga tersebut umumnya dilakukan dengan alasan biaya upah tenaga muat, biaya transportasi, dan pertimbangan lainnya, sehingga harga yang dibayarkan tidak sesuai dengan harga yang telah disepakati sebelumnya. Kondisi ini menyebabkan penjual mengalami kerugian. Kedua, ditinjau dari perspektif fiqih muamalah, praktik perubahan harga secara sepihak setelah terjadinya kesepakatan tidak sesuai dengan prinsip akad jual beli yang menekankan kerelaan (an-taradhin), kejelasan harga, dan kewajiban memenuhi akad (wafa' bil 'uqud). Perubahan harga hanya dibenarkan apabila dilakukan melalui musyawarah dan kesepakatan baru antara kedua belah pihak. Oleh karena itu, praktik perubahan harga secara sepihak dalam jual beli pasir di Nagari Lubuk Tarantang mengandung unsur ketidak adilan dan keterpaksaan (ikrah), sehingga bertentangan dengan prinsip fiqih muamalah yang mensyaratkan adanya kerelaan dan kesepakatan bersama dalam setiap transaksi.
| Item Type: | Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana) |
|---|---|
| Keywords: | Perubahan Harga, Jual Beli Pasir, Fiqih Muamalah, Akad, An-Taradhin |
| Subjects: | K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP639 Muamalah |
| Divisions: | Fakultas Syariah > Hukum Ekonomi Syariah |
| Depositing User: | Mrs - Savira Suaida |
| Date Deposited: | 04 Sep 2026 07:18 |
| Last Modified: | 04 Sep 2026 07:18 |
| URI: | https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2844 |
Actions (login required)
![]() |
View Item |

