Efektivitas Penerapan Restorative Justice dan Relevansi Pendekatan Ta'zir dalam Menanggulangi Pencurian TBS Sawit (Studi Kasus Polsek Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman)

Suci Surgani Putri, 10124020 (2026) Efektivitas Penerapan Restorative Justice dan Relevansi Pendekatan Ta'zir dalam Menanggulangi Pencurian TBS Sawit (Studi Kasus Polsek Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman). Magister thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Suci Surgani Putri 10124020 cover.pdf

Download (248kB)
[img] Text
Suci Surgani Putri 10124020 abstrak.pdf

Download (269kB)
[img] Text
Suci Surgani Putri 10124020 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (4MB) | Request a copy

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh maraknya tindak pidana pencurian tandan buah segar (TBS) sawit di Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, serta adanya penerapan restorative justice oleh Polsek Tigo Nagari dalam penyelesaian perkara tersebut. Permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana efektivitas penerapan restorative justice dalam memberikan efek jera kepada pelaku pencurian TBS sawit di Tigo Nagari serta bagaimana relevansi restorative justice dengan konsep ta’zir dalam hukum pidana Islam terhadap penyelesaian kasus pencurian TBS sawit. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan pendekatan kualitatif. Data diperoleh melalui wawancara dengan pihak Polsek Tigo Nagari, korban pencurian sawit, tokoh masyarakat, dan masyarakat pemilik kebun sawit. Selain itu, penelitian ini juga menggunakan dokumentasi dan studi kepustakaan yang berkaitan dengan restorative justice dan hukum pidana Islam. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan dua temuan utama. Pertama, penerapan restorative justice di Polsek Tigo Nagari tidak efektif dalam menanggulangi tindak pidana pencurian TBS sawit. Hal ini dibuktikan dengan masih terjadinya kasus pencurian TBS sawit di Kecamatan Tigo Nagari meskipun beberapa perkara telah diselesaikan melalui mekanisme restorative justice. Penyelesaian secara damai tidak mampu memberikan efek jera kepada pelaku maupun mencegah terjadinya tindak pidana pencurian TBS sawit, sehingga tujuan penanggulangan kejahatan belum tercapai. Kedua, restorative justice memiliki relevansi dengan konsep ta'zir dalam hukum pidana Islam karena keduanya sama-sama berorientasi pada kemaslahatan, pemulihan hubungan antara pelaku dan korban, serta pembinaan terhadap pelaku. Namun, dalam perspektif ta'zir, penerapan restorative justice perlu disertai dengan sanksi atau pembinaan yang lebih tegas agar tujuan pencegahan (zajr) dan pendidikan (ta'dib) dapat diwujudkan secara optimal.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Magister)
Keywords: Restorative Justice, Ta’zir, Oil Palm Theft, Islamic Criminal Law, Legal Effectiveness
Subjects: K Hukum > KBP Hukum Islam > KBP3790 Hukum Pidana Islam (Jinayah)
Divisions: Pascasarjana > Hukum Islam S2
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 02 Oct 2026 07:47
Last Modified: 02 Oct 2026 07:47
URI: https://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2903

Actions (login required)

View Item View Item