Strategi Self-Regulated Learning dalam Membangun Kemandirian Belajar di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas

Suci Oktavia, 2121205 (2026) Strategi Self-Regulated Learning dalam Membangun Kemandirian Belajar di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas. Sarjana thesis, Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi.

[img] Text
Suci Oktavia 2121205 cover.pdf

Download (245kB)
[img] Text
Suci Oktavia 2121205 abstrak.pdf

Download (425kB)
[img] Text
Suci Oktavia 2121205 full.pdf
Restricted to Repository staff only

Download (2MB) | Request a copy

Abstract

Strategi self-regulated learning adalah suatu kemampuan dan usaha aktif yang dimiliki oleh siswa dalam mengatur dan mengarahkan metakognisi, motivasi, dan prilaku. Penelitian ini dilakukan sebagai bentuk kajian untuk mengetahui penerapan strategi Self-Regulated Learning di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas. Didasarkan pada kondisi nyata di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas, santri memiliki jadwal harian yang padat, dimulai dari sekolah, ibadah, ekstrakurikuler, dan kegiatan asrama. Dalam keseharian santri telah mampu menyusun jadwal belajar sendiri di luar jadwal yang sudah ada dari asrama, melakukan evaluasi, dan mencoba berbagai strategi belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi self-regulated learning dalam membangun kemandirian belajar santri di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas dan juga mendeskripsikan faktor pendukung dan faktor penghambat penerapan strategi self-regulated learning dalam membangun kemandirian belajar santri di Pondok Pesantren Modern Nurul Ikhlas. Penelitian ini merupakan penellitian kualitatif yang menggunakan jenis penelitian lapangan atau field reserch dan pengumpulan data yang menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian penelitian yang dilakukan menemukan bahwa (1) penerapan strategi self-regulated learning dalam membangun kemandirian belajar, santri membuat to-do list, Namun, pada kenyataannya tidak seluruh santri yang membuat to-do list dalam proses perencanaan belajarnya, karena santri yang tidak memiliki to-do list mereka cenderung mengikuti jadwal yang sudah tersedia di asrama. Proses pemantauan (monitoring) dilakukan melalui kerja sama yang terjalin antara santri, wali kamar, dan guru di sekolah dan evaluasi diri dilakukan santri setelah ujian atau mengerjakan tugas. Motivasi santri didapatkan dari motivasi internal dan motivasi internal, salah satunya berasal dari keinginan untuk sukses dan keberadaan alumni sukses yang menjadi role model. Manajemen waktu dilakukan melalui kombinasi antara mengikuti jadwal yang sudah ditetapkan pesantren dan membuat jadwal pribadi. Kontrol lingkungan belajar dilihat dari santri memilih tempat untuk belajar, dalam pencarian bantuan santri akan berusaha semaksimal mungkin dengan kemampuannya sendiri (2) Faktor pedukung dan Faktor penghambat penerapan strategi self-regulated learning yaitu salah satu diantaranya dari jadwal harian dan lingkungan asrama perbedaan tingkat kesiapan santri, tingkat kepercayaan diri, dan respon emosional yang berbeda antara tingkat SMP dan SMA.

Item Type: Skripsi/Thesis/Disertasi (Sarjana)
Keywords: Self-Regulated Learning, Kemandirian Belajar, Pondok Pesantren
Subjects: L Pendidikan > LB Teori dan praktek pendidikan > LB1049-1050.7 Keterampilan Belajar
L Pendidikan > LC Aspek khusus pendidikan > LC901 Pendidikan Islam
L Pendidikan > LB Teori dan praktek pendidikan > LB 1027.8 Teaching (Pengajaran)
Divisions: Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan > Pendidikan Agama Islam
Depositing User: Mrs - Savira Suaida
Date Deposited: 22 Jun 2026 07:56
Last Modified: 22 Jun 2026 07:56
URI: http://repository.uinbukittinggi.ac.id/id/eprint/2292

Actions (login required)

View Item View Item